Ballo / Foto : lokadata
Ini Dia Minuman Tradisional Beralkohol Asli Indonesia (bagian 1)
Jauh sebelum bir dalam kemasan kaleng yang bemerk terkenal masuk di Indonesia, beberapa komunitas tradisional membuat berbagai minuman beralkohol dengan bahan yang berbeda di dalamnya, mulai dari aren hingga nira kelapa. Berikut ini beberapa diantaranya :
1. Arak Bali

Foto : travel.kompas
Minuman tradisional dari Bali ini difermentasi dari beras ketan atau nira dari aren atau pohon kelapa dan pada awalnya digunakan untuk ritual dan upacara adat. Tapi hari ini, siapapun bisa menikmati rasa unik dan sensasi hangatnya. Arak juga merupakan suvenir yang populer untuk dibawa pulang dan dibagikan dengan teman-teman Anda.
2. Brem Bali

Foto : ksmtour
Secara tradisional, brem digunakan dalam upacara di Bali, terkadang untuk menggantikan darah. Warnanya merah menggugah selera terbuat dari ketan hitam, atau "beras ketan hitam", yang digunakan selama proses fermentasi. Dengan kisaran 3–10%, kandungan alkohol di brem lebih rendah dari rekannya Arak Bali, menjadikannya alternatif yang sama menariknya bagi mereka yang memiliki toleransi alkohol lebih rendah. Minuman ini juga memiliki rasa yang lebih manis dengan sedikit rasa asam.
3. Tuak

Foto : geosiar
Masyarakat Batak di Sumatera Utara mengkonsumsi tuak mereka pada saat perayaan dan acara-acara khusus. Tuak adalah sejenis minuman yang terkadang dicampur dengan buah-buahan kering yang memberikan rasa minuman yang lebih manis. Hingga saat ini, tuak sering disajikan pada pernikahan Batak dan upacara lainnya, dan masih umum untuk mempersembahkan segelas tuak kepada tamu di rumah orang Batak.
4. Ballo

Foto : lokadata
Ballo adalah variasi lain dari nira aren yang difermentasi dari Toraja, Sulawesi Selatan. Dibuat hampir secara eksklusif dari pohon lontar, minuman tradisional ini awalnya digunakan untuk ritual sebagai persembahan untuk arwah leluhur maupun sebagai suguhan bagi para tamu. Selain konsentrasi alkoholnya 5–10%, ballo juga memiliki kandungan gula yang tinggi, sehingga agak kurang aman untuk dikonsumsi sehari-hari, tetapi menghangatkan dan menenangkan bila dinikmati secukupnya dengan camilan tradisional. Minuman tradisional ini paling enak disajikan di dalam bambu.
