Varian Hidangan Klasik Yang Menjadi Bagian Budaya Bali (bagian 1) Varian Hidangan Klasik Yang Menjadi Bagian Budaya Bali (bagian 1)

Foto : efoodrecipe

  • RAA
  • Minggu, 18 Oktober 2020 - 19:11 WIB

Varian Hidangan Klasik Yang Menjadi Bagian Budaya Bali (bagian 1)


Budaya Bali adalah budaya yang kaya dan unik, termanifestasi di hampir setiap aspek kehidupan, termasuk makanan.

Hidangan tradisional di Bali adalah bagian besar dari tradisinya, beberapa di antaranya hampir setua budayanya sendiri. Berikut ini beberapa diantaranya :


1. Sate Lilit


Foto : tastemade
Sate pada dasarnya adalah irisan ayam, kambing, sapi, atau babi panggang yang ditusuk dengan tusuk sate.

Hidangan ini adalah makanan tradisional yang dapat ditemukan di hampir setiap kota di Indonesia.


Setiap budaya memiliki pandangan dan variasi mereka sendiri pada hidangan klasik ini.

Sate lilit adalah kreasi khas Bali sendiri yang dibumbui dengan santan dan bumbu lainnya.

Wisatawan juga akan menikmati sate lilit dalam bentuk tusuk, tetapi daging yang diiris dibungkus maka dinamakan lilit (bungkus). Kuah tambahan tidak wajib, karena sate-nya sendiri sudah memiliki kombinasi rasa pedas, gurih, dan manis yang gurih.

2. Babi Guling


Foto : liburanbali

Babi guling atau babi panggang Bali adalah salah satu indulgensi yang harus dicoba di Bali.

Daging babi tersebut hanya bisa di panggang secara utuh karena akan digulung (guling) di atas api. Awalnya hidangan ini  merupakan hidangan komunal.

Sering disajikan sebagai suguhan saat pertunjukan budaya atau upacara, kini babi guling juga dapat dinikmati di restoran.

Meskipun daging babi segar (biasanya anak
babi) berkontribusi banyak pada kesegaran hidangan utama, campuran rempah-rempah tradisional yang diisi dan diolesi di seluruh daging juga memainkan peran penting dalam membuat babi guling menjadi hidangan yang tak terlupakan.

3. Betutu


Foto : efoodrecipe

Legenda mengatakan bahwa betutu pernah menjadi santapan favorit para raja. Maka tidak mengherankan jika makanan disiapkan dengan cara yang sedemikian "canggih".

Ayam atau bebek utuh sering dipilih sebagai bahan utama makanan, yang kemudian akan diisi dengan campuran bumbu yang rumit yang meliputi bawang merah, bawang putih, jahe, cabai, kacang tanah, dan banyak lagi.

Makanan ini membutuhkan waktu setidaknya delapan jam untuk disiapkan, sebagian besar dihabiskan untuk memanggang atau mengukus unggas dengan campuran khusus.

Rasanya tidak mengkhianati usaha, karena proses yang lama itu menghasilkan rasa yang kaya di setiap gigitan.