Tarian Wura Bongi Monca, Tarian Penyambutan Tamu Dari Bima Tarian Wura Bongi Monca, Tarian Penyambutan Tamu Dari Bima

Foto: negerikuindonesia

  • RAA
  • Sabtu, 05 Juni 2021 - 15:37 WIB

Tarian Wura Bongi Monca, Tarian Penyambutan Tamu Dari Bima


Tari Wura Bongi Monca adalah tarian tradisional dari Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Tarian ini merupakan tarian penyambutan atau penyambutan tamu. Tarian ini dibawakan oleh para penari wanita secara berkelompok dengan gerakan yang sangat lembut sambil menaburkan nasi kuning sebagai simbol penghormatan dan harapan.

Tari Wura Bongi Monca merupakan tarian tradisional yang cukup terkenal dan juga masih sering dipentaskan di berbagai acara di daerah Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Menurut beberapa sumber, tarian ini merupakan salah satu tarian tradisional yang ada dan berkembang pada masa Kesultanan Abdul Kahir Sirajuddin pada tahun 1640 hingga 1682.

Tarian ini dibawakan untuk menyambut kedatangan tamu kraton yang berkunjung. Dengan wajah cantik dan juga gerak yang anggun, para penari menyapa para tamu sambil menaburkan nasi kuning sebagai simbol penghormatan dan harapan.

Nama Tari Wura Bongi Monca diambil dari bahasa Bima yang artinya Menabur Nasi Kuning. Jadi tarian ini bisa diartikan sebagai tarian penabur nasi kuning.

Dalam pertunjukannya, para penari akan dibalut dengan riasan busana cantik khas Bima.

Busananya seperti baju asi bagian atas dan sarung songket di bagian bawah. Di bagian kepala, rambut akan dikeriting dan menggunakan ikat kepala atau hiasan bunga.

Ada juga aksesoris lain seperti gelang, kalung, dan selendang yang digunakan dalam menari.