Foto: kompas
Kunjungi Pulau Siberut, Untuk Melihat Kehidupan Tradisional Suku Mentawai
Pulau Siberut di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, merupakan tempat untuk melihat dan mengeksplorasi kehidupan tradisional Suku Mentawai.
Berikut ini tradisi unik yang ada disana :
Panah Beracun

Foto: facebook
Pria di Uma suka berburu. Tengkorak mangsanya digantung di pintu masuk Uma sebagai dekorasi dan suvenir. Mereka berburu dengan menggunakan panah yang diolesi ramuan racun. Ramuan racun dibuat dari tumbuhan di sekitar Uma.
Setelah dioleskan racun, anak panah tersebut dijemur di bawah sinar matahari dan disimpan dalam tabung bambu.
Racun panah ini sangat mematikan, bahkan menggaruknya dengan tangan bisa menyebabkan kematian.
Tidak ada hewan yang bisa bertahan lama setelah diracuni oleh panah bahkan luka kecil di ekor hewan.
Alak Toga

Foto: pasbana
Di dalam Uma, ada banyak kuali besar yang tergantung rapi di dinding. Ada lebih dari 30 kuali yang dikumpulkan di setiap uma. Kuali-kuali itu disebut Alak Toga atau mahar dari mempelai pria kepada keluarga wanita.
Tato

Foto: kompas
Tato bagi masyarakat Mentawai tidak hanya untuk kecantikan tubuh saja, tetapi juga sebagai simbol yang menunjukkan posisi dirinya.
Ada sekitar 160 motif tato di Siberut. Setiap orang Mentawai bisa memakai puluhan tato di sekujur tubuhnya. Proses pembuatan tato yang dilakukan oleh Sipatit, harus laki-laki dan tidak bisa dilakukan oleh perempuan.
Sebelum proses pembuatan tato, harus diadakan ritual punen patiti yang dipimpin oleh seorang Sikerei.
Upacara dimulai dengan menyembelih babi atau ayam segera setelah tato pertama dilakukan.
Bahan pewarna tato ini terbuat dari asap tungku dapur yang dicampur dengan air tebu.
Dan penusuknya adalah sebuah jarum yang diikatkan pada sebatang kayu kecil. Kemudian dipukul dengan kayu kecil lainnya untuk menembus tinta ke dalam kulit.
