Tari Bondan, Tarian Yang Menggambarkan Kasih Sayang Seorang Ibu Tari Bondan, Tarian Yang Menggambarkan Kasih Sayang Seorang Ibu

Foto: sekolahnesia

  • RAA
  • Senin, 31 Mei 2021 - 10:07 WIB

Tari Bondan, Tarian Yang Menggambarkan Kasih Sayang Seorang Ibu


Tari Bondan merupakan salah satu tarian tradisional yang berasal dari Surakarta, Jawa Tengah.


Tarian ini merupakan salah satu tarian tradisional yang menggambarkan kasih sayang seorang ibu kepada anaknya.


Ciri khas Tari Bondan ini adalah properti yang digunakan yaitu payung kertas, kendil dan boneka bayi yang dipegang oleh para penari.


Menurut beberapa sumber sejarah yang ada, Tari Bondan merupakan tarian yang wajib dimainkan di desa untuk menunjukkan jati dirinya.


Dengan adanya Tari Bondan ini akan terlihat bagaimana mereka kelak sebagai seorang ibu dan mengasuh anak-anaknya.


Sehingga sebagai seorang wanita tidak hanya cantik tapi juga harus peduli, memberi cinta dan juga melindungi anaknya.

Tari Bondan memiliki 3 jenis tarian yaitu Tari Bondan Cindogo, Tari Bondan Mardisiwi dan juga Tari Bondan Pegunungan atau Tari Bondan Tani.


Setiap jenis Tari Bondan memiliki ciri khasnya masing-masing, di antaranya adalah cerita dalam tarian, properti yang digunakan, dan kostum yang digunakan. 


Namun tetap tidak meninggalkan ciri asli dari tarian yang menggambarkan kasih sayang seorang ibu kepada anaknya. 


Khususnya dalam tari Bondan Cindogo yang menceritakan kecintaan sang ibu kepada anaknya, namun anak kesayangannya telah meninggal dunia. Bisa dikatakan tari cindogo bondan lebih bernuansa sedih.


Dalam pertunjukannya, penari menari dengan memegang boneka bayi dengan satu tangan, sedangkan tangan lainnya memegang payung kertas.


Dalam Tari Bondan ini biasanya memiliki makna yang tersirat dalam setiap gerakannya.


Salah satu adegan yang menjadi ciri khas adalah saat penari menari di atas kendil. Dalam adegan tersebut, penari harus menjaga keseimbangan di atas kendil agar alas yang dirayapi tidak putus.

Selain itu para penari juga harus menari di atas kendil sambil memutarkan kendjak yang diinjak-injak dan memainkan payung yang dibawanya.

Untuk pertunjukan Tari Bondan gunung ini sedikit berbeda dengan tari bondan cindogo dan juga mardisiwi.


Dalam pertunjukannya, Tari Bondan Pegunungan ini menggambarkan wanita-wanita desa di pegunungan atau di desa-desa pertanian yang sedang bekerja di ladang atau bertani.


Setelah para penari menari dengan menggunakan peralatan pertanian, para penari kemudian melepas baju besi mereka dan menggantinya dengan baju yang digunakan dalam Tari Bondan.

Kemudian penari menari dengan gerakan pada Tari Bondan lainnya. Dalam pertunjukan Tari Bondan, biasanya diiringi dengan musik pengiring gending.


Pada awalnya tarian ini diiringi dengan lagu dolanan, namun dalam perkembangannya tarian ini diiringi dengan gending yang lengkap.