Inilah Hal-Hal Unik Yang Dapat Anda Lihat Di Pulau Siberut Inilah Hal-Hal Unik Yang Dapat Anda Lihat Di Pulau Siberut

Foto: phinemo

  • RAA
  • Sabtu, 22 Mei 2021 - 15:14 WIB

Inilah Hal-Hal Unik Yang Dapat Anda Lihat Di Pulau Siberut


Pulau Siberut di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, merupakan tempat untuk melihat dan mengeksplorasi kehidupan tradisional Suku Mentawai.

Ada beberapa desa wisata yang bisa dikunjungi, antara lain Muntei, Madobag, Ugai, Butui, Atabai dan Matotonan di Kabupaten Siberut Selatan.

Siberut Selatan dapat dicapai dengan perahu dari Kota Padang. Kapal cepat Mentawai Fast di Pelabuhan Muaro Padang berangkat setiap hari Selasa dan Kamis. Waktu tempuh sekitar 3,5 jam menuju Dermaga Mailepet, Siberut Selatan.

Kali ini kami membahas mengenai hal unik yang ada disana.

 

 


Uma


Foto: okezone

Uma adalah sebutan untuk rumah adat Mentawai. Ini juga nama yang diberikan kepada salah satu kelompok marga di Mentawai.

Setiap marga memiliki rumah besar untuk mengadakan kegiatan adat, seperti punen atau pesta.

Uma terbuat dari kayu dengan atap daun.Ukurannya lumayan besar, memanjang ke belakang dengan beranda yang luas pula.

Di pintu masuk rumah terdapat tempat untuk menggantung tengkorak kera, babi dan burung hasil kegiatan berburu.

Di tengah Uma ada perapian batu yang disebut Abut Kerei. Fungsinya untuk penerangan di malam hari, tempat menghangatkan Gajeuma (bedug) saat Sikerei (dukun dan tabib) menari dalam sebuah ritual.

 

 

 


Sikerei


Foto: phinemo

Sikerei adalah ahli pengobatan dan dukun yang menghubungkan warga dengan roh. Sikerei menjadi tokoh penting di Uma. Ia memiliki ketrampilan untuk mengobati berbagai jenis penyakit dengan ramuan dari tumbuhan obat.

Dalam proses pengobatan, Sikerei kerap melakukan beberapa ritual yang merupakan tahap akhir pengobatan. Roh orang sakit dihibur dengan tarian dan sesaji agar tidak keluar dari tubuh pasien. Jika jiwa telah meninggalkan tubuh berarti orang tersebut bisa mati. Semua ritual Sikerei dilakukan di Uma.

 

 


Budidaya Pohon Sagu


Foto: bisnis

Di desa adat Siberut laki-laki membudidayakan pohon sagu di tepian sungai. Sagu merupakan makanan pokok Suku Mentawai.

Setelah diolah, tepung sagu yang masih basah dan keras diparut lagi dengan rotan parut, kemudian dibungkus dengan daun sagu dan dipanggang. Pembuatan makanan dari sagu dilakukan oleh para wanita.

Makanan dari sagu disebut kapurut dan merupakan makanan pokok sehari-hari. Kapurut bisa dimakan tanpa lauk, atau dengan ikan sungai yang direbus dalam tabung bambu. Bisa juga dimakan dengan ikan rebus.

Satu pohon sagu bisa menghidupi satu keluarga selama enam bulan. Setiap Uma juga memiliki ternak babi dan ayam.