Inilah Yang Anda Pikirkan Ketika Ditanya Kuliner Khas Yogyakarta Inilah Yang Anda Pikirkan Ketika Ditanya Kuliner Khas Yogyakarta

Foto : medium

  • RAA
  • Jumat, 02 Oktober 2020 - 13:56 WIB

Inilah Yang Anda Pikirkan Ketika Ditanya Kuliner Khas Yogyakarta


Apa yang Anda pikirkan ketika mendengar Yogyakarta? Keratonnya? Candi Prambanan atau Borobudur? Atau untuk pecinta kuliner, hampir pasti sebagian besar termasuk Anda jika ditanya kuliner khas Yogyakarta, hampir pasti akan menjawab Gudeg.

Gudeg terbuat dari nangka muda mentah yang direbus selama beberapa jam dengan paduan gula aren, dan santan.


Foto : nativeindonesia

Bumbu tambahan lain diantaranya bawang putih, bawang merah, kemiri, biji ketumbar, lengkuas, daun salam, dan daun jati, dimana yang terakhir ini memberi warna khas coklat kemerahan pada hidangan khas yang lezat ini.

Gudeg biasanya disajikan dengan nasi putih, opor ayam atau ayam goreng, telur pindang, opor telur atau telur rebus, tahu dan / atau tempe, dan sambel goreng krecek (paduan sambal merah dengan kulit daging sapi yang gurih).


Ada beberapa jenis gudeg yang bisa Anda coba ; gudeg kering, gudeg basah, ala Yogyakarta, ala Solo dan ala Jawa Timur.

Gudeg kering hanya mengandung sedikit santan sehingga hanya memiliki sedikit kuah. Gudeg basah mengandung lebih banyak santan.

Gudeg ala Yogyakarta adalah yang paling umum diantara semuanya, dan biasanya berwarna lebih manis, lebih kering, dan kemerahan karena penambahan daun jati sebagai pewarna.

Gudeg solo dari kota Surakarta lebih encer dan pekat, banyak santan, dan berwarna keputihan karena umumnya tidak ditambahkan daun jati.

Gudeg Yogyakarta biasa disebut “gudeg merah”, sedangkan gudeg Solo disebut juga “gudeg putih”. Sedangkan Gudeg ala Jawa Timur memiliki rasa yang lebih pedas jika dibandingkan dengan gudeg ala Yogyakarta yang lebih manis.