timurasa.com
Daun Kelor, Daun Sakti Mandraguna Dari Indonesia
Sejarah tanaman kelor dimulai sekitar 2000 tahun SM atau 5000 tahun silam di benua Asia. Tepatnya India Utara. Masyarakat India Utara memanfaatkan tanaman kelor untuk digunakan menjadi obat. Tanaman ini diduga berasal dari Agra dan Oudh di daerah Himalaya. Kitab Shushruta Sanhita menyebutkan istilah Shigon untuk menyebut kelor.
Masyarakat India dikatakan sudah memiliki pengetahuan tentang biji kelor yang mengandung minyak nabati dan digunakan untuk pengobatan.

Di Indonesia, daun kelor kental dengan mitos. Daun kelor dikatakan sebagai daun sakti. Banyak yang percaya bahwa jika ada orang yang sakit dan tidak juga meninggal, ada kemungkinan orang tersebut memiliki jimat atau kesaktian tertentu. Daun kelor digunakan untuk menyapu jasadnya agar dapat meninggal dengan tenang. Saat jasadnya dimandikan, orang tersebut juga harus disapu lagi dengan daun kelor, untuk membersihkan segala makhluk atau jimat yang masih menempel.
Namun diluar isu mistisnya, daun kelor memiliki banyak manfaat. Kelor digunakan untuk memerangi gizi buruk, terutama negara-negara berkembang di Afrika. Di Indonesia, kelor dapat dimanfaatkan menjadi makanan atau minuman yang enak. Sudah pernah mencoba latte dari daun kelor? klik disini untuk resepnya.
