Foto : idntimes
Ini Dia Makanan-Makanan Bali Yang Wajib Anda Coba
Hidangan tradisional di Bali adalah bagian besar dari tradisinya, beberapa di antaranya hampir setua budayanya sendiri. Berikut adalah hidangan tradisional untuk dicoba di Bali jika Anda ingin merasakan esensi Pulau Bali di piring Anda.
Sate

Foto: theculturetrip
Sate, atau sate dalam bahasa Indonesia, pada dasarnya adalah irisan ayam, kambing, sapi, atau babi panggang yang ditusuk dengan tusuk sate. Ini adalah makanan tradisional yang dapat ditemukan turis di hampir setiap kota di Indonesia. Setiap budaya memiliki pandangan dan variasi mereka sendiri pada hidangan klasik ini. Sate lilit adalah kreasi khas Bali sendiri yang dibumbui dengan santan dan bumbu lainnya. Wisatawan juga akan menikmati sate lilit dalam bentuk tusuk, namun daging yang diiris dibungkus bukan ditusuk, maka dinamakan lilit (bungkus). Kuah tambahan bersifat opsional, karena sate-nya sendiri sudah memiliki kombinasi rasa pedas, gurih, dan manis yang gurih.
Babi Guling
Sering disajikan sebagai suguhan saat pertunjukan budaya atau upacara, kini babi guling juga dapat dinikmati di restoran. Meskipun daging babi segar (biasanya anak babi) berkontribusi banyak pada kesegaran hidangan utama, campuran rempah-rempah tradisional yang diisi dan diolesi di seluruh daging juga memainkan peran penting dalam membuat babi guling menjadi hidangan yang tak terlupakan.
Betutu

Foto: theculturetrip
Sebuah legenda bercerita bahwa betutu pernah menjadi makanan favorit para raja. Maka tidak mengherankan jika makanan disiapkan dengan cara yang sedemikian canggih. Ayam atau bebek utuh sering dipilih sebagai bahan utama makanan, yang kemudian akan diisi dengan campuran bumbu yang rumit yang meliputi bawang merah, bawang putih, jahe, cabai, kacang tanah, dan banyak lagi. Makanan membutuhkan setidaknya delapan jam untuk disiapkan, sebagian besar dihabiskan untuk memanggang atau mengukus unggas dengan campuran khusus. Rasanya tidak mengkhianati usahanya, karena proses yang lama itu menghasilkan rasa yang kaya di setiap gigitan.
Lawar

Foto: idtimes
Lawar dibuat dengan mencampurkan daging cincang dengan aneka sayuran hijau dan kelapa parut. Sedangkan untuk dagingnya, pilihannya adalah daging sapi, ayam, bebek, babi, kura-kura, atau kombinasi keduanya. Orang Bali mengenal dua jenis lawar: merah dan putih. Lawar merah mendapat warna dari darah hewan yang ditambahkan ke dalam campuran, yang menambahkan rasa gurih dan umami ke seluruh hidangan. Lawar putih, sebaliknya, tidak mengandung darah dan sering kali menggantikan daging dengan nangka.
