Suka Bika Ambon? Mari Kita Simak Sejarahnya Suka Bika Ambon? Mari Kita Simak Sejarahnya

Foto: merdeka

  • RAA
  • Sabtu, 24 April 2021 - 10:11 WIB

Suka Bika Ambon? Mari Kita Simak Sejarahnya


Asal usul Bika Ambon tidak jelas. Meski nama kuenya terkesan seolah-olah berasal dari Ambon, ibu kota Provinsi Maluku di timur Indonesia, nyatanya kue tersebut merupakan makanan etnis yang cukup terkenal di Medan, Sumatera Utara.

Cerita masyarakat setempat menyebutkan bahwa kue tersebut secara tidak sengaja dibuat oleh seorang ibu keturunan Tionghoa yang tinggal di Jalan Ambon, Medan.

Memang benar bisnis Bika Ambon di Medan dimulai oleh pengusaha Tionghoa-Indonesia, seperti Ati atau Achai.


Berdasarkan keterangan penduduk lokal di Medan, mereka berspekulasi bahwa kue tersebut dibawa oleh pedagang Ambon ke Medan dan menjadi sangat populer.


Namun jika demikian, masih menjadi teka-teki mengapa kue tersebut sebelumnya tidak dikenal masyarakat Ambon hingga menjadi makanan etnis yang populer di Medan.

Spekulasi lain yang menarik tentang asal usul Bika Ambon dinyatakan oleh Christopher Tan yang menyatakan bahwa kata "Bika" adalah kata pinjaman Belanda.


Tekstur bagian dalam Bika Ambon menyerupai sarang madu dan sarang lebah ditemukan dalam sarang lebah. 


Kata “sarang lebah” dalam bahasa Belanda adalah “bijenkor” (dilafalkan “bayenkorf”) dan dia berspekulasi bahwa dari sinilah asal kata “bika” atau “bingka”.


Oleh karena itu, asal usul Bika Ambon mungkin telah dipengaruhi oleh Belanda selama pendudukan mereka di Indonesia pada tahun 1800-an.

Faktanya, Belanda terkenal dengan Stroopwafels (sirup wafel) yang pertama kali dibuat pada abad kedelapan belas di Gouda, Belanda. Stroopwafels juga menyerupai tekstur sarang lebah.


Awalnya, Bika Ambon dicampur dengan wine atau tuak, minuman tradisional Sumatera Utara yang membuat kuenya gurih, kenyal, dan manis.

Bika ambon biasanya dipanggang dengan cetakan kuningan atau tembaga. Kue ini dapat dipanggang dalam cetakan dan disajikan dalam berbagai ukuran atau porsi. 

Terkadang memanggang dan menyajikan Bika Ambon dalam porsi yang lebih kecil lebih disukai penduduk setempat karena biasanya menghasilkan tekstur yang lebih lembut dan pulen.


Untuk tekstur yang kenyal, bika ambon secara tradisional dibuat dari tepung sagu. Selain tepung sagu, tepung tapioka dapat digunakan sebagai penggantinya.