Foto: nusadaily
Inilah Suku Dayak, Suku Asli Pulau Kalimantan
Dayak adalah suku Kalimantan yang saat ini masih hidup di pelosok Kalimantan. Suku Dayak asli memiliki budaya bahari karena namanya memiliki banyak arti dan berkaitan dengan sungai (karena banyak sungai ditemukan di daerah terpencil Kalimantan).
Ada banyak Suku Dayak di Kalimantan, ada yang membagi orang Dayak menjadi enam kelompok yaitu Klemantan atau Kalimantan, Keluarga Iban, Keluarga Apokayan, Dayak Kayan, Kenyah dan Bahau, Keluarga Murut, Keluarga Ot Danum-Ngaju dan Keluarga Punan.
Ada beberapa adat istiadat Dayak yang masih dilestarikan. Adat ini merupakan salah satu bagian dari budaya Indonesia, berikut ini beberapa diantaranya :
Upacara Tiwah
Upacara Tiwah merupakan salah satu tradisi Dayak. Tiwah adalah upacara yang bertujuan untuk mengantarkan tulang belulang orang yang meninggal ke Sandung.
Sandung sendiri adalah sejenis rumah mungil yang dibuat khusus untuk mereka yang telah meninggal dunia.
Upacara Tiwah bagi Suku Dayak Kalimantan sangatlah sakral. Sebelum tulang-belulang orang mati dikirim dan ditempatkan ke sandung, banyak diadakan acara ritual seperti tarian, membunyikan alat musik tradisional dan masih banyak lagi.
Dunia Supranatural
Salah satu ciri khas Suku Dayak Kalimantan adalah hubungannya dengan dunia supranatural mereka.
Salah satu tradisi mereka adalah Manajah Antang. Ini adalah cara suku Dayak untuk mendapatkan petunjuk musuh mereka dengan menggunakan roh nenek moyang dengan burung Antang.
Mangkok Merah
Mangkok merah adalah upacara penggabungan Suku Dayak. Mangkuk merah ada jika orang Dayak merasa terancam bahaya.
Pemimpin mereka, yang disebut Pangkalima atau Panglima, akan mewaspadai situasi berbahaya atau perang dengan menyebarkan mangkuk merah dari satu desa ke desa Dayak lainnya.
Sebelum menyebarkan mangkok merah Panglima suku Dayak diadakan upacara penentuan waktu yang tepat untuk berperang.
Dalam upacara adat ini arwah nenek moyang akan masuk ke tubuh Panglima dan dia akan memanggil arwah nenek moyang agar semua orang Dayak memiliki kesaktian seperti Panglima mereka.
Mangkok merah terbuat dari teras bambu. Mangkok Merah harus dilengkapi dengan acoruscalamus yang melambangkan keberanian, bulu ayam merah untuk terbang, lampu obor bambu, daun rumbia untuk berteduh dan tali simpul yang terbuat dari kulit kepiting sebagai lambang persatuan. Peralatan ini diletakkan di dalam mangkok dari bambu dan dibungkus kain merah.
