Suntiang, Hiasan Kepala Pengantin Wanita Khas Minangkabau Suntiang, Hiasan Kepala Pengantin Wanita Khas Minangkabau

Foto: liputan6

  • RAA
  • Jumat, 09 April 2021 - 19:38 WIB

Suntiang, Hiasan Kepala Pengantin Wanita Khas Minangkabau


Suntiang adalah hiasan kepala pengantin wanita khas Minangkabau atau Sumatera Barat.


Hiasan besar atau ornamen berwarna keperakan, menjadikan pernikahan di budaya Minangkabau berbeda dengan budaya lain di Indonesia.


Wanita suku Minangkabau patut bangga dengan budaya suku Minangkabau khususnya dalam soal pakaian pengantin. 


Secara turun-temurun, baju pengantin Minangkabau sangat khas khususnya bagi kaum wanita, yaitu selain baju adat dan baju panjang sarung kurung balapak, tak ketinggalan juga sunting.


Sedangkan untuk hiasan kepala juga bermacam-macam bentuknya. Saat ini, hiasan kepala atau "Suntiang Kambang" yang berasal dari Padang Pariaman biasa digunakan di Sumatera Barat.


Ada banyak ragam suntiang, misalkan Saparak Pisang dari Solok Salayo, Sunting Pinang Bararak dari Koto nan Godang Payakumbuh, Sunting Mangkuto dari Sungayang, Sunting Kipeh dari Kurai Limo Jorong, Suntiang Sariantan dari Padang Panjang, Suntiang Matua Palambaian.


Suntiang juga terdiri dari beberapa bentuk. Selain standar setengah lingkaran yang umum digunakan, terdapat juga suntiang yang khas untuk setiap daerah di Sumatera Barat.


Diantaranya adalah Suntiang Sungayang, di Tanah Datar yang memiliki mahkota, suntiang kurai di Bukittinggi, kemudian suntiang Pariaman, dan Solok Selatan, serta suntiang Solok yang telah dirangkai tanpa kawat.