Foto: indonesiakaya
Tarian Ini Menggambarkan Kearifan Lokal Dan Gaya Hidup Tradisional Masyarakat Sunda
Tari Kamonesan merupakan salah satu tarian tradisional yang berasal dari Jawa Barat.
Tarian ini merupakan gambaran kearifan lokal dan gaya hidup tradisional masyarakat Sunda.
Ciri khas dari tarian ini adalah para penari wanita membawa boboko atau keranjang sebagai properti dalam menarinya.
Dalam pertunjukannya Tari Kamonesan merupakan tarian berpasangan dan biasanya ditarikan oleh 8 orang penari yang terdiri dari 4 orang laki-laki dan 4 orang perempuan.
Tarian ini dibuka dengan penari pria yang menampilkan atraksi menari dengan gerakan tangan seperti gerakan pencak silat.
Setelah itu, seorang penari wanita dengan jari tangan yang meruncing dan juga gerakan yang anggun menunjukkan kepiawaiannya beraksi di atas panggung.
Gerakan ini kemudian dilanjutkan dengan para penari membentuk formasi berpasangan, dimana posisi penari pria berada di belakang wanita.
Dalam tarian ini para penari melakukan gerakan-gerakan seperti itu dalam menjalani kehidupan sehari-hari, seperti halnya penari wanita yang memanggul keranjang di pundak menuju ke sebuah Tempat.
Sedangkan para penari pria akan mengibarkan selendang yang telah dibelinya dan menyambut kedatangan penari wanita.
Sesekali penari pria akan membungkuk dan melakukan gerakan kepada wanita sambil memberikan kembali boboko atau keranjang yang dibawanya.
Dalam pertunjukannya Tari Kamonesan biasanya diiringi oleh alat musik tradisional sunda, seperti alat musik gendang, gamelan sunda, dan seruling. Dengan adanya alat musik tersebut membuat tarian ini semakin hidup.
