Tari Enggang, Tarian Tradisional Suku Dayak Kenyah Tari Enggang, Tarian Tradisional Suku Dayak Kenyah

Foto: ibukotakita

  • RAA
  • Kamis, 01 April 2021 - 10:17 WIB

Tari Enggang, Tarian Tradisional Suku Dayak Kenyah


Tari Enggang merupakan salah satu tarian tradisional suku Dayak Kenyah di Kalimantan Timur.

Tarian ini wajib ditampilkan dalam setiap upacara adat suku Dayak Kenyah. Tarian menggambarkan kehidupan sehari-hari burung enggang.

Menurut kepercayaan masyarakat Dayak Kenyah, nenek moyang mereka berasal dari langit dan turun ke bumi seperti burung enggang.

Oleh karena itu masyarakat Dayak Kenyah sangat menghormati dan mencintai burung enggang. Saat ini, tarian tersebut sering dibawakan untuk menyambut tamu kehormatan.

Tari Enggang dibawakan oleh gadis-gadis muda suku Dayak Kenyah. Saat menari, mereka memakai berbagai macam ragam hias rangkong di kepala dan juga anting-anting besar.

Mereka juga memegang bulu tanduk burung. Tarian mereka diiringi oleh musik tradisional yaitu Sampe, Gendang dan Gong. Sampe adalah alat musik petik khas Dayak.

Gerakan tari enggang menggunakan gerakan dasar burung enggang. Gerakan tarian ini terdiri dari tiga gerakan utama yaitu Nganjat, Ngasai dan Purak Barik.

Nganjat adalah gerakan utama atau tipikal tarian Dayak yang bentuknya mirip burung enggang gading. Gerakan tersebut melambangkan gerakan indah para penari.

Gerakan Ngasai seperti burung enggang yang sedang terbang, dan Purak Barik adalah gerakan dasar sebagai tindakan migrasi.

Dalam perkembangannya terdapat kreasi baru dari tari Enggang, namun kreasi tersebut tidak lepas dari makna dan juga filosofi yang terkandung dalam tari Enggang.