Inilah Yang Dimaksud Dengan Tarian Gending Sriwijaya Inilah Yang Dimaksud Dengan Tarian Gending Sriwijaya

Foto : tirto

  • RAA
  • Jumat, 26 Maret 2021 - 10:49 WIB

Inilah Yang Dimaksud Dengan Tarian Gending Sriwijaya


Tarian Gending Sriwijaya merupakan tarian tradisional Indonesia dari Palembang yang dibawakan untuk menghormati dan menyambut tamu istimewa yang berkunjung.

Tarian ini sering dilakukan pada saat upacara kenegaraan, makan siang, pesta makan malam atau resepsi, di depan tamu VIP negara, seperti kepala negara, presiden, raja, ratu dan tamu kerajaan, menteri dan duta besar.

Misalnya, tari Gending Sriwijaya ditampilkan pada Festival tahunan Sriwijaya di Palembang.

Tarian ini didasarkan pada tarian Tanggai yang lebih sederhana, dan diyakini sebagai pemeragaan dan rekreasi dari upacara penyambutan asli yang biasa ditemukan di istana tradisional Melayu di wilayah tersebut, yang memperagakan upacara Sekapur Sirih (bersirih atau menginang) yang mempersembahkan sirih kepada tamu terhormat.

Tarian tersebut diyakini berasal dari istana Sriwijaya, dan disajikan untuk menggambarkan keramahan tuan rumah, keramahan, kebahagiaan, dan ketulusan, serta untuk menunjukkan keindahan, keanggunan dan kehalusan budaya istana Sriwijaya.

Tarian ini dibawakan oleh sembilan wanita muda dan cantik, mengenakan pakaian adat berbalut songket berkilauan bernama Aesan Gede, lengkap dengan Selendang Mantri, Paksangkong dan Dodot, serta mengenakan perhiasan berlapis emas Tanggai.

Dipercaya bahwa kostum tarian tersebut memadukan berbagai pengaruh budaya, terutama unsur Melayu, Jawa, dan Tionghoa.

Wanita-wanita ini mewakili putri Sriwijaya, dan dijaga oleh dua penari pria Pengawal yang memegang payung kuning dan tombak berlapis emas.

Di latar belakang, seorang penyanyi akan menyanyikan lagu Gending Sriwijaya pada saat pementasan tari, diiringi dengan gamelan dan ensambel musik gong.

Namun saat ini, penyanyi live sering digantikan dengan memainkan musik rekaman yang direkam sebelumnya.
Versi yang lebih sederhana biasanya dilakukan tanpa penari laki-laki.