Cerita Tentang Tradisi Kuliner Indonesia Cerita Tentang Tradisi Kuliner Indonesia

Foto : idntimes

  • RAA
  • Selasa, 16 Maret 2021 - 10:17 WIB

Cerita Tentang Tradisi Kuliner Indonesia


Dengan identitas budaya yang beragam, tradisi kuliner Indonesia yang beragam berasal dari pengaruh para pedagang dan penjajah yang telah berabad-abad dari negara tetangga, serta pengaruh penjajahan Belanda dari abad ke-17 hingga tahun 1949. 


Evolusi kuliner Indonesia dengan demikian telah sangat berpengaruh dan banyak berdampak secara nasional.


Berbagai macam hidangan dianggap berasal dari resep dari negeri asing. Misalnya, mie bakso menyerupai hidangan yang dikenal sebagai khas Tionghoa.


Sate adalah poin perdebatan lainnya, dengan Malaysia dan Indonesia mengklaim kuliner yang disukai secara internasional ini. 


Menyelidiki hal ini lebih lanjut, penulis tentang kuliner Indonesia Sri Owen mengidentifikasi alasan mengapa masakan Indonesia belum menjadi makanan populer dunia karena sikap yang dipegang oleh sebagian besar penduduk.


Bagi banyak orang, makanan adalah untuk rezeki, bukan bentuk seni, yang mengutamakan kenyamanan. 


Hal ini terlihat pada ritual makan tradisional rumahan. Terdiri dari ayam dan ikan yang dimasak dengan rempah-rempah seperti jintan, serai, cabai dan ketumbar, hidangan hari ini disajikan di pagi hari dengan nasi di atas meja.

Dikonsumsi sepanjang hari, makanan tersebut biasanya disantap pada suhu ruangan dan belum tentu semua orang hadir. 


Oleh karena itu, kenyamanan waktu dapat dilihat sebagai prioritas daripada rasa atau penyajian.

Di luar rumah, efisiensi waktu kembali diutamakan dengan pedagang kaki lima yang sangat populer.

Banyak restoran juga menyajikan hidangan yang sudah jadi, dengan pengunjung memilih piring yang mereka inginkan dan sisanya diberikan ke meja berikutnya. 


Tampaknya bagi banyak orang, makanan dihargai karena memiliki tiga kualitas; menjadi cepat, mudah, dan murah.

Menanggapi hal ini, semakin banyak chef di Indonesia dan di seluruh dunia yang berkomitmen untuk menjadikan masakan Indonesia sebagai kekuatan yang harus diperhitungkan, menggabungkan bahan dan resep tradisional dengan teknik dan gastronomi kontemporer.


Dengan semakin banyaknya chef dan pemilik restoran yang berkomitmen membawa gastronomi Indonesia ke level baru, hanya waktu yang akan menjawab apakah kuliner Nusantara bisa berbicara lebih di dunia.