Sore Hari Merupakan Saat Yang Tepat Untuk Menikmati Secangkir Kopi Panas Dengan Cemilan-Cemilan Ini Sore Hari Merupakan Saat Yang Tepat Untuk Menikmati Secangkir Kopi Panas Dengan Cemilan-Cemilan Ini

Foto : kompas

  • RAA
  • Rabu, 10 Maret 2021 - 18:37 WIB

Sore Hari Merupakan Saat Yang Tepat Untuk Menikmati Secangkir Kopi Panas Dengan Cemilan-Cemilan Ini


Bingung dalam memilih cemilan? Memang jenis cemilan begitu banyak ragamnya seakan tidak ada habis nya. Berikut ini kami pilihkan beberapa jenis cemilan nikmat untuk Anda santap di sore hari bersama secangkir kopi atau teh hangat
 

Pisang Goreng


Foto : kompas

Pisang goreng  merupakan cemilan sehari-hari yang umum disantap di seluruh Indonesia.

Cemilan ini terdiri dari berbagai versi di mana buahnya digoreng dengan minyak, dan potongan pisang sering dilapisi dengan adonan tepung sebelum digoreng sampai berwarna keemasan.

 

Selain banyak varietas lainnya, pisang goreng juga muncul dengan nama yang berbeda seperti godoh biu di Bali atau gedhang gorèng di Jawa.

 

Secara tradisional dijual di warung pinggir jalan dan gerobak dan termasuk dalam kelompok hidangan gorengan.

 

 

Dadar Gulung


Foto : kompas

Dadar gulung adalah jenis cemilan yang terdiri dari crêpe tepung beras tipis yang diisi dengan kelapa parut.
 

Adonan pancake secara tradisional dicampur dengan daun pandan yang menambah rasa dan memberi warna hijau cerah.

Tetapi versi modern sering menggunakan pewarna makanan hijau sebagai gantinya.

Saat dipanggang, crêpe tersebut diisi dengan kombinasi kelapa parut segar, kayu manis, dan gula aren.

Selain Indonesia, makanan penutup yang penuh warna dan menarik ini dapat ditemukan dengan berbagai nama yang berbeda di Malaysia, Singapura, dan Sri Lanka.
 

Klepon


Foto : kompas

Kue  ini diolah dengan cangkang tepung beras ketan yang dibungkus dengan isian gula aren.

Kulit terluar biasanya diwarnai hijau, secara tradisional dengan bantuan daun pandan atau dracaena, sedangkan seluruh bungkil dilapisi dengan kelapa kering.

Asal usul klepon biasanya dikaitkan dengan Jawa, sedangkan suguhan yang sama lebih dikenal sebagai onde-onde atau buah melaka di beberapa bagian Sulawesi, Sumatera, dan Malaysia.

Perlu dicatat selain di Jawa, istilah onde-onde biasanya mengacu pada bola nasi jin deui dari Tiongkok.