Foto: detik
Program Makan Bergizi Gratis Peluang Pemerintah Kenalkan Pangan Lokal
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah dapat menjadi peluang untuk menggalakkan konsumsi pangan lokal. Dengan memperkenalkan makanan berbahan lokal secara bertahap, program ini dapat membangun ketahanan pangan yang berkelanjutan. Selain itu, MBG diharapkan mampu menumbuhkan kebanggaan terhadap kekayaan pangan tradisional Indonesia. Menurut Prof. Purwiyatno Hariyadi, pakar teknologi pangan IPB, kebijakan ini harus menjadi penggerak transformasi sistem pangan yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Agar efektif, Program Makan Bergizi Gratis harus menyediakan hidangan yang memenuhi standar gizi harian anak. Hal ini dapat dicapai dengan memperhatikan komposisi nutrisi (termasuk karbohidrat, protein, lemak sehat, vitamin, dan mineral) serta menyajikan variasi menu agar anak tidak bosan dan mendapatkan beragam nutrisi.
Pemanfaatan bahan-bahan segar dan lokal terbukti mampu meningkatkan kualitas gizi. Contohnya adalah penggunaan sayuran hijau, buah-buahan, serta sumber protein hewani dalam penyajian hidangan.
Bahan lokal yang dapat digunakan misalnya kacang kenari.
Kacang kenari mengandung omega-3 alami yang penting untuk struktur sel saraf di otak. Nutrisi ini membantu memperlancar komunikasi antar neuron, yang berperan dalam pembentukan memori.
Asupan omega-3 secara teratur juga dikaitkan dengan penurunan risiko gangguan kognitif dan peradangan otak.
Studi menunjukkan bahwa kacang kenari dapat meningkatkan daya ingat, kemampuan belajar, dan koordinasi motorik. Manfaat ini diperoleh melalui peningkatan plastisitas sinaptik di otak.
Penelitian terkini tahun 2025 mengungkap bahwa rutin mengonsumsi kacang kenari saat sarapan dapat meningkatkan daya ingat setelah 6 jam. Meski efeknya tidak langsung terlihat, manfaatnya nyata dalam mendukung fungsi memori sehari-hari.
Kacang kenari juga terbukti membantu meningkatkan kinerja otak dalam jangka pendek. Temuan ini memperkuat penelitian sebelumnya tentang kaitan antara pola makan sehat dengan fungsi kognitif yang optimal.
