Harga Cokelat Dunia Naik, Prabowo Dorong Peremajaan dan Pembibitan Baru Harga Cokelat Dunia Naik, Prabowo Dorong Peremajaan dan Pembibitan Baru

  • RAA
  • Jumat, 29 Agustus 2025 - 10:00 WIB

Harga Cokelat Dunia Naik, Prabowo Dorong Peremajaan dan Pembibitan Baru


Presiden Prabowo Subianto menyoroti kenaikan harga cokelat dunia yang terjadi saat ini. Untuk menanggapi kondisi tersebut, ia mendorong adanya langkah pembibitan dan peremajaan tanaman cokelat di Indonesia.

Melansir Kumparan, hal ini ia sampaikan ketika berkunjung ke kediaman mantan Presiden Joko Widodo di Solo, Jawa Tengah, pada Minggu (20/7). 

Menurut Prabowo, kebutuhan cokelat dunia sedang meningkat tajam sehingga Indonesia harus bergerak cepat dengan menambah bibit baru.

Prabowo juga menjelaskan bahwa melonjaknya harga cokelat dipicu oleh wabah yang menyerang pohon cokelat di beberapa negara produsen utama.

“Harga cokelat naik sangat signifikan karena di kawasan Amerika Latin dan Afrika ada wabah yang merusak banyak tanaman cokelat. Itu yang saya sampaikan kepada Pak Jokowi,” ucapnya.

Berdasarkan data dari Tradingeconomics, harga kakao pada penutupan perdagangan Jumat (18/7) tercatat naik 5,30 persen menjadi USD 7.696 per ton.

Indonesia sendiri merupakan salah satu negara pemasok kakao yang rutin mengekspor ke Malaysia, Jepang, Jerman, Singapura, dan Amerika Serikat.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan tren ekspor kakao Indonesia terus meningkat dalam empat tahun terakhir.

Pada periode Januari–April 2025, ekspor kakao mencapai nilai USD 27,51 juta atau sekitar Rp 445,5 miliar dengan volume 2,95 juta ton.

Pada 2024, nilai ekspor kakao tercatat sebesar USD 80,60 juta dengan volume 13,18 juta ton. Angka tersebut lebih tinggi dibanding 2023 yang mencapai USD 46,91 juta, meski volume ekspornya pada 2023 lebih besar, yakni 14,45 juta ton, sementara di tahun 2022, ekspor kakao Indonesia berada di angka USD 63,54 juta dengan volume 24,50 juta ton. Angka itu juga lebih tinggi dari capaian tahun 2021 yang senilai USD 56,29 juta dengan volume 22,28 juta ton.