Harga Andaliman Di Pematang Siantar Naik
Harga andaliman di Pematang Siantar mengalami kenaikan signifikan dari Rp100.000 menjadi Rp130.000 per kilogram pada Kamis (7/8/2025). Boru Nainggolan, salah seorang pedagang di Pasar Dwikora, menyatakan bahwa kenaikan ini berdampak pada penurunan omzet penjualannya.
Ia mengungkapkan bahwa saat ini bahkan menjual lima kilogram andaliman pun terasa sulit. Menurutnya, kenaikan harga ini disebabkan oleh masa trek (paceklik) akibat musim kemarau panjang.
Kenaikan harga tidak hanya terjadi pada andaliman, tetapi juga pada bawang merah yang meroket hingga Rp60.000 per kilogram. Seorang pedagang mengeluh, "Situasi ini semakin menyulitkan kami sebagai pedagang." Di sisi lain, Frengki, seorang pengusaha kuliner, terpaksa mengurangi volume pembelian andaliman.
Ia menegaskan bahwa mengurangi takaran bumbu bukanlah opsi karena akan mengubah cita rasa masakan. Alhasil, ia hanya bisa memangkas porsi pembelian, yang berdampak langsung pada porsi jualan di warung makannya di Pematang Siantar.
Andaliman adalah rempah khas dari Sumatera Utara, khususnya daerah Tapanuli, yang sering digunakan sebagai bumbu masakan tradisional.
Rempah ini mengandung senyawa flavonoid yang bermanfaat sebagai antioksidan sekaligus antimikroba alami.
Menurut buku "Mengenal Potensi Merica Batak Andaliman" karya Angelia Utari dan tim, hampir seluruh bagian tanaman andaliman, mulai dari kulit, akar, hingga daunnya, dapat dimanfaatkan sebagai obat herbal untuk mengatasi berbagai keluhan kesehatan seperti sakit perut, batuk, sakit gigi, rematik, dan nyeri pinggang.
Penelitian juga mencatat bahwa andaliman memiliki sifat biologis yang meliputi anti-inflamasi, analgesik, antijamur, antimikroba, antioksidan, hingga larvasida.
