Foto: pixabay
Espresso, Kenikmatan Sejati Kopi
Bagi yang belum terbiasa, espresso mungkin terasa terlalu pahit di lidah. Namun, sebenarnya minuman ini menawarkan kompleksitas rasa yang unik, dengan karakteristik berbeda berdasarkan asal biji kopi dan teknik penyajiannya. Ketika dinikmati dengan benar, espresso dapat menyajikan pengalaman rasa yang kaya dan berlapis, jauh dari sekadar kesan pahit yang selama ini melekat.
Kopi espresso pertama kali diperkenalkan bersamaan dengan penemuan mesin kopi bertekanan uap pada tahun 1901 oleh Luigi Bezzera. Inovasi ini memungkinkan pembuatan kopi dalam waktu singkat melalui ekstraksi dengan tekanan uap air, yang kemudian melahirkan istilah "espresso" (berasal dari kata "express" yang berarti cepat).
Perkembangan espresso tidak lepas dari budaya minum kopi di Italia pada masa itu. Para pekerja pabrik yang membutuhkan asupan kafein cepat tanpa menghabiskan banyak waktu menjadi pasar utama minuman ini.
Mereka biasanya langsung berdiri di bar kedai kopi, memesan espresso yang langsung bisa disajikan dalam hitungan detik, lalu segera kembali beraktivitas.
Ciri khas penyajian espresso juga unik - diminum langsung dalam sekali teguk dari cangkir kecil yang sengaja didesain praktis. Bahkan, kebiasaan memegang cangkir espresso dengan jari (bukan menggunakan gagang) menjadi bagian dari tradisi minum espresso yang otentik.
