Foto: pixabay
Ekspor Kopi Olahan Indonesia Tembus USD 661 Juta, Peringkat Empat Dunia
Ekspor kopi olahan dari Indonesia terus menunjukkan tren positif. Sepanjang tahun 2024, total nilai ekspor mencapai 661 juta dolar AS, dengan volume mencapai 196.800 ton. Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 4,39 persen dibandingkan dengan capaian pada tahun 2023.
Dilansir dari Kumparan, Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Riza, menjelaskan bahwa produk kopi olahan Indonesia semakin diminati di pasar internasional.
Lima negara utama yang menjadi tujuan ekspor meliputi Filipina, Malaysia, Uni Emirat Arab, Thailand, dan Rusia.
Selain itu, potensi ekspor juga terlihat dalam ajang Specialty Coffee Expo 2025 di Amerika Serikat. Menurut Faisol, kopi specialty dari berbagai wilayah di Indonesia menarik minat tinggi dan mencatat potensi transaksi hingga 30 juta dolar AS selama pameran tersebut berlangsung.
Faisol juga menyebutkan bahwa hingga kini terdapat 54 jenis kopi dari Indonesia yang telah mengantongi sertifikasi Indikasi Geografis (IG), menandakan kualitas dan keaslian asal produk tersebut.
Dalam laporan Economics of Coffee 2024, Indonesia berada di posisi keempat sebagai produsen kopi terbesar di dunia, berkontribusi sekitar 6,8 persen dari total produksi global. Posisi ini menempatkan Indonesia setelah Brasil, Vietnam, dan Kolombia.
Terkait komposisi produksi, sekitar 27 persen kopi yang dihasilkan di Indonesia merupakan jenis arabika, sedangkan sisanya sebesar 73 persen adalah robusta.
Dari seluruh produksi kopi nasional, sebanyak 65 persen digunakan oleh industri dalam negeri. Sementara konsumsi kopi dalam negeri tercatat mencapai rata-rata 1,2 kilogram per orang setiap tahun.
