Menatap Pasar Global, Kopi Indonesia Tampilkan Keunggulan Rasa dan Potensi Ekspor Menatap Pasar Global, Kopi Indonesia Tampilkan Keunggulan Rasa dan Potensi Ekspor

Foto: pixabay

  • RAA
  • Senin, 04 Agustus 2025 - 21:30 WIB

Menatap Pasar Global, Kopi Indonesia Tampilkan Keunggulan Rasa dan Potensi Ekspor


Kopi asal Indonesia terus menunjukkan daya saingnya di kancah internasional. Sebagai salah satu negara penghasil kopi terbesar di dunia, Indonesia memiliki peluang besar untuk memperkuat kembali perannya dalam rantai distribusi global, termasuk di pasar Jepang.

Melansir Kumparan, keragaman jenis kopi dari berbagai daerah di Indonesia menjadi nilai tambah tersendiri. Misalnya, kopi dari Sumatera seperti Mandailing, Gayo, dan Lintong dikenal dengan karakter rasa yang kuat, beraroma tanah, rempah, bahkan terkadang ada sentuhan herbal dan cokelat.

 

Kopi asal Jawa cenderung memiliki rasa yang seimbang, dengan nuansa kacang dan buah-buahan.

Dari Sulawesi, terutama Toraja dan Kalosi, kopi yang dihasilkan memiliki profil rasa kompleks dengan sentuhan rempah dan buah.

 

 

Berbeda lagi dengan kopi dari Bali, seperti Kintamani, yang lebih ringan dan bercita rasa jeruk karena ditanam berdampingan dengan tanaman buah.

Tak ketinggalan, kopi dari Flores dan Papua menyuguhkan rasa floral, buah-buahan, dan kadang sedikit seperti wine, serta memberikan after taste yang bersih.

Keanekaragaman rasa ini menjadi kekuatan besar untuk mendorong ekspor kopi Indonesia. Sebagai bagian dari upaya strategis, Yayasan Pendidikan Pengembangan Perkopian Indonesia (KAPPI) aktif mendorong dialog internasional demi membangkitkan kembali kekuatan kopi Nusantara di pasar global.

Salah satu wujud nyata dari inisiatif tersebut adalah penyelenggaraan forum internasional bertajuk “Global Coffee Market Insight 2025: From Indonesia to Japan, for the World” yang digelar di Paviliun Indonesia, World Expo Osaka, Jepang pada hari Jumat, 1 Agustus.

Acara ini menjadi ruang bertemu yang penting antara para ahli, pelaku usaha, serta pengambil kebijakan untuk menelaah kembali posisi strategis kopi Indonesia.

Salah satu narasumber utama dalam forum ini adalah Judith Ganes, seorang analis komoditas asal New York yang telah memimpin J. Ganes Consulting selama lebih dari 20 tahun.

Ia dikenal sebagai sosok yang banyak dijadikan rujukan oleh perusahaan besar, lembaga keuangan, hingga pembuat kebijakan di sektor kopi global.

Kehadiran Ganes memberikan makna penting karena ia baru saja mengunjungi langsung beberapa lokasi perkebunan kopi di Indonesia. 

Dalam pemaparannya, ia menyampaikan bahwa kunjungannya ke kebun kopi di Sekincau, Lampung dan Warnasari, Jawa Barat, membuktikan bahwa Indonesia tidak hanya unggul dari segi varietas dan mutu, tetapi juga memiliki kekuatan dari sisi komunitas serta peran generasi muda petani yang menjanjikan.

Ganes juga menambahkan bahwa di tengah fluktuasi harga dan tantangan global, negara produsen yang mampu menawarkan kualitas produk, cerita di balik proses produksi, dan aspek keberlanjutan akan tetap eksis di pasar internasional. Menurutnya, Indonesia sedang menapaki jalur yang tepat untuk menjawab tantangan tersebut.