Burnout? Coba Konsumsi Makanan-Makanan Berikut Ini
Burnout dapat berkembang secara bertahap dan tidak langsung terasa. Seperti dilansir dari WebMD, beberapa cara untuk mengatasinya antara lain mengubah persepsi tentang pekerjaan, mempererat hubungan sosial, berolahraga secara teratur, hingga mengevaluasi kembali prioritas hidup.
Burnout sendiri merupakan keadaan kelelahan menyeluruh, baik secara fisik, mental, maupun emosional, yang menyebabkan seseorang merasa kehabisan energi. Healthline menjelaskan bahwa kondisi ini biasanya dipicu oleh stres berkepanjangan. Bahkan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi mengklasifikasikan burnout sebagai stres kronis yang tidak tertangani dengan baik.
Pola makan juga menjadi faktor kunci dalam pemulihan dari burnout. Menurut Well+Good, ahli gizi Kim Rose memberikan beberapa tips sederhana untuk mengembalikan energi melalui asupan makanan sehari-hari.
Berikut beberapa makanan yang dapat mengatasi burnout:
Kacang Kenari
Kacang-kacangan bukan hanya camilan enak, tapi juga sumber nutrisi yang baik untuk tubuh. Kandungan protein, serat, dan zat seperti triptofan di dalamnya dapat membantu meningkatkan suasana hati dan mengurangi stres. Almond, mete, dan kenari adalah beberapa contoh kacang yang kaya akan nutrisi-nutrisi tersebut.
Bayam
Bayam kaya akan magnesium, mineral yang berperan penting dalam memperbaiki kualitas tidur. Seperti yang sudah sama-sama diketahui, istirahat yang cukup melalui tidur nyenyak dapat membantu pemulihan tubuh dari kelelahan secara lebih efektif.
Tahu
Tahu merupakan salah satu sumber protein nabati yang juga mengandung zat besi tinggi, mineral penting untuk pembentukan energi. Defisiensi zat besi dapat menyebabkan tubuh mudah lelah. Agar penyerapan zat besi lebih optimal, disarankan untuk mengonsumsi tahu bersamaan dengan makanan kaya vitamin C seperti tomat atau jus jeruk.
Cokelat Hitam
Mengonsumsi cokelat hitam (minimal 85% kakao) dapat membantu meningkatkan mood karena mengandung prebiotik yang mendukung kesehatan usus. Selain itu, hasil riset menunjukkan bahwa konsumsi cokelat dengan kadar kakao tinggi, minimal 70 persen, tidak hanya berdampak baik terhadap stres, tetapi juga memberikan manfaat bagi suasana hati, daya ingat, sistem kekebalan tubuh, serta membantu mengurangi peradangan.
