Rempah-rempah Ekspor Andalan dari Indonesia yang Mendunia
Indonesia dikenal luas sebagai salah satu negara penghasil rempah-rempah terbaik di dunia. Keanekaragaman rempah yang tumbuh di berbagai wilayah Nusantara tidak hanya memperkaya rasa masakan lokal, tetapi juga memberi manfaat besar bagi kesehatan.
Sejak berabad-abad lalu, rempah-rempah Indonesia telah menjadi bagian penting dalam perjalanan sejarah perdagangan dunia. Keberadaan rempah menjadi magnet yang menarik bangsa-bangsa asing datang ke kepulauan ini.
Indonesia yang dikenal sebagai negara maritim, sejak awal masehi telah menjadi jalur penting dalam perdagangan rempah global.
Hingga kini, rempah-rempah tetap menjadi komoditas ekspor utama yang memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian nasional.
Berdasarkan data yang tercantum dalam buku "Gastrodiplomasi Indonesia" karya Agus Trihartono dan rekan-rekannya, pada tahun 2021 nilai ekspor rempah-rempah dan bumbu dari Indonesia mencapai 970,32 juta dolar Amerika, dengan rata-rata pertumbuhan tahunan sebesar 7,77 persen selama lima tahun terakhir.
Lantas, jenis rempah apa saja dari Indonesia yang paling banyak dikirim ke luar negeri dan memberi kontribusi besar bagi devisa negara?
Dilansir dari Kumparan, berikut ini beberapa di antaranya, berdasarkan informasi dari situs resmi Kementerian Perdagangan.
Andaliman
Andaliman dikenal sebagai bumbu khas dari daerah Sumatera Utara. Rempah ini tumbuh subur di dataran tinggi sekitar 1500 meter di atas permukaan laut dengan curah hujan sekitar 2500 mm per tahun. Karena fungsinya yang penting dalam masakan Batak, andaliman sering dijuluki "merica Batak".
Rasanya unik—pedas dengan aroma segar menyerupai jeruk. Walau belum sepopuler lada atau cengkeh, rempah ini mulai banyak diminati di dunia kuliner internasional.
Data dari Kementerian Pertanian mencatat bahwa andaliman telah diekspor ke Jerman sebanyak 574 kilogram dengan nilai mencapai Rp431 juta.
Lada
Lada merupakan salah satu rempah utama Indonesia yang tersebar luas di berbagai daerah seperti Bangka Belitung, Lampung, Bengkulu, Kalimantan, dan Sulawesi. Selain sebagai penyedap rasa dalam berbagai hidangan seperti sup dan tumisan, lada juga dikenal karena khasiatnya yang menyehatkan, seperti menghangatkan tubuh, melancarkan pencernaan, serta bersifat antioksidan dan antiinflamasi.
Berdasarkan data dari Kementerian Perdagangan, pada empat bulan pertama tahun 2020, ekspor lada meningkat hingga 18,7 persen dengan nilai mencapai 40,88 juta dolar AS.
Cengkeh
Rempah yang satu ini berasal dari Kepulauan Maluku dan menjadi salah satu komoditas yang paling diburu selama masa penjajahan. Cengkeh kini banyak dibudidayakan di daerah seperti Maluku, Jawa Timur, Sulawesi, Kalimantan Timur, dan Nusa Tenggara Timur.
Cengkeh dikenal memiliki banyak manfaat, termasuk untuk meredakan nyeri gigi dan mendukung kesehatan secara umum karena kandungan zat seperti kalsium, natrium, dan zinc.
Data pada periode Januari hingga April 2020 menunjukkan bahwa cengkeh merupakan salah satu komoditas rempah utama yang diekspor dengan nilai mencapai 37,26 juta dolar AS.
Vanili
Vanili mungkin tidak sepopuler lada dan cengkeh dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia, namun rempah ini justru menjadi salah satu andalan ekspor negara.
Indonesia bahkan tercatat sebagai salah satu produsen vanili terbaik di dunia, bersanding dengan Madagaskar dan Prancis.
Vanili biasa digunakan sebagai bahan pewangi, penyedap rasa, dan campuran dalam berbagai produk makanan.
Tak hanya di industri kuliner, pemanfaatan vanili kini juga merambah sektor kosmetik dan farmasi, termasuk sebagai bahan dasar parfum dan pewangi ruangan.
Tanaman vanili telah banyak dibudidayakan di daerah seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, Lampung, serta Nusa Tenggara Timur.
Kekayaan rempah-rempah Indonesia tidak hanya menjadi bagian penting dari budaya dan kuliner lokal, tetapi juga menjadi kekuatan ekonomi yang berdaya saing tinggi di pasar internasional.
Dengan pengelolaan yang tepat dan inovasi dalam pengembangan produk, potensi rempah Indonesia untuk terus bersinar di pasar global sangat terbuka lebar.
