Tepung Daun Kelor Sebagai Bahan Pakan Alternatif Bernilai Gizi Tinggi Tepung Daun Kelor Sebagai Bahan Pakan Alternatif Bernilai Gizi Tinggi

Foto: pixabay

  • RAA
  • Minggu, 20 Juli 2025 - 21:26 WIB

Tepung Daun Kelor Sebagai Bahan Pakan Alternatif Bernilai Gizi Tinggi


Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim 38 dari Universitas Diponegoro mengadakan kegiatan edukatif di Desa Tambaksari, Kabupaten Kendal. 

Dilansir dari Kumparan, kegiatan ini menyasar kelompok peternak ikan lele dan mengusung tema tentang pemanfaatan tepung daun kelor sebagai bahan pakan alternatif yang bernilai gizi tinggi.

Tujuan utama dari kegiatan ini adalah memperkenalkan daun kelor (Moringa oleifera) sebagai bahan lokal yang dapat dijadikan campuran pakan alami.

Kandungan protein, vitamin, mineral, dan asam amino esensial dalam daun kelor dipercaya mampu menunjang pertumbuhan serta ketahanan ikan lele.

Para mahasiswa menjelaskan bahwa penggunaan campuran 80 persen pelet dan 20 persen tepung daun kelor dapat memberikan hasil pertumbuhan ikan yang lebih optimal, sekaligus menekan biaya operasional pakan.

Jasmine, sebagai salah satu pemateri, menyampaikan bahwa dengan campuran tersebut, pertumbuhan ikan lele bisa meningkat sekitar 10 hingga 15 persen, tergantung kondisi pemeliharaan.

Campuran ini dapat diterapkan dengan cara menambahkan 200 gram tepung daun kelor ke dalam setiap 800 gram pelet.

Setelah dicampur, adonan pakan diaduk merata agar tepung kelor menempel pada pelet secara sempurna sebelum diberikan kepada ikan.

Kegiatan ini mendapat sambutan baik dari masyarakat desa yang antusias dengan ide pakan alternatif berbahan dasar lokal. 

Mereka menilai metode ini sangat cocok diterapkan dalam usaha budidaya ikan lele yang tengah berkembang pesat di Kendal.

Dengan penggunaan pakan alami dari daun kelor, para peternak berharap dapat meningkatkan hasil panen sekaligus menjaga keberlanjutan usaha mereka.

 

 

Melalui kegiatan ini, mahasiswa UNDIP ingin mendorong para pembudidaya agar lebih mandiri dalam memproduksi pakan ikan berkualitas, sekaligus ikut menjaga kelestarian lingkungan melalui pemanfaatan bahan alami.