Foto: pixabay
Pemerintah Dorong Perkebunan Rakyat sebagai Prioritas Pengembangan
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyampaikan bahwa saat ini pemerintah tengah mengarahkan perhatian pada pengembangan sektor perkebunan milik masyarakat.
Melansir Kumparan, komoditas seperti kopi, kelapa, cokelat, cengkeh, dan lada dinilai memiliki potensi besar untuk ditingkatkan produktivitas dan nilai jualnya.
Setelah sebelumnya fokus pada sektor pertanian, terutama beras yang mencapai rekor stok tertinggi sebanyak 3,7 juta ton, kini langkah strategis dialihkan ke perkebunan.
Zulkifli menjelaskan pentingnya peningkatan kualitas produksi, dimulai dari pemilihan bibit unggul yang bisa mendongkrak hasil panen..
Hal ini disampaikannya saat menghadiri pembukaan acara World of Coffee Jakarta 2025 di Jakarta International Convention Center pada Kamis, 15 Mei 2025.
Zulkifli, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PAN, menambahkan bahwa salah satu pendekatan yang digunakan adalah dengan memperbaiki pola pengelolaan keuangan para petani.
Ia mengingatkan bahwa jika pengelolaan finansial tidak tepat, maka hasil pertanian dan perkebunan pun akan terdampak, dan akhirnya merugikan petani sendiri.
Ia menyoroti perbedaan kebiasaan antara petani dalam negeri dan di negara lain seperti Vietnam. Di sana, para petani menginvestasikan kembali hasil panen mereka ke dalam pengembangan kebun, sehingga kualitas dan produktivitasnya terus meningkat.
Sebaliknya, di Indonesia, sebagian besar petani masih lebih memilih menggunakan hasil panennya untuk konsumsi pribadi seperti membeli kendaraan atau properti, sehingga perkembangan kebun menjadi terabaikan.
Untuk mendukung upaya peningkatan ini, Zulkifli menegaskan bahwa keterlibatan banyak pihak sangat dibutuhkan.
Pemerintah pusat, daerah, serta berbagai kementerian dan lembaga harus bekerja sama secara sinergis karena pengembangan perkebunan rakyat tidak mungkin dilakukan hanya oleh satu instansi saja.
Ia juga memberikan apresiasi terhadap gelaran World of Coffee Jakarta 2025, yang menjadi ajang internasional pertama di Jakarta khusus untuk kopi.
Acara ini menjadi bukti bahwa kopi Indonesia telah mendapatkan tempat dan pengakuan di pasar dunia.
Dengan langkah-langkah strategis ini, diharapkan sektor perkebunan rakyat dapat berkembang dan memberi manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.
