Gula Aren Lebih Sehat Dari Gula Pasir? Berikut Penjelasannya
Gula aren memperoleh popularitas karena dianggap sebagai alternatif yang lebih sehat dibandingkan gula pasir. Klaim kesehatan menyatakan bahwa gula aren memiliki kandungan kalori yang lebih rendah, bebas kolesterol dan lemak, serta kaya akan mineral. Namun, sejauh mana kebenaran klaim tersebut? Mari kita kaji lebih mendalam.
Gula aren merupakan produk pemanis yang dihasilkan melalui proses kristalisasi nira yang berasal dari pohon aren (Arenga pinnata). Gula ini memiliki warna cokelat yang kerap disalahartikan sebagai brown sugar. Perlu dipahami bahwa meskipun memiliki kemiripan warna, brown sugar pada dasarnya merupakan gula pasir yang telah melalui proses penambahan molases dan berasal dari bahan baku tebu, sehingga secara fundamental berbeda dengan gula aren.
Berdasarkan kandungan nutrisinya, gula aren memiliki berbagai manfaat kesehatan yang signifikan. Berikut penjelasan lengkapnya:
Sumber Energi
Sebagaimana gula pasir, gula aren mengandung kalori yang cukup tinggi sehingga dapat berfungsi sebagai sumber energi. Namun, penderita diabetes mellitus perlu berhati-hati dalam mengonsumsinya karena kedua jenis gula ini memiliki indeks glikemik yang tergolong tinggi.
Memelihara Kesehatan Tulang
Gula aren mengandung berbagai mineral esensial seperti kalium, kalsium, fosfor, besi, dan natrium. Kalsium dan fosfor khususnya berperan penting dalam menjaga kesehatan dan kepadatan tulang serta gigi.
Sifat Antioksidan
Kandungan vitamin B2 (riboflavin) dalam gula aren berfungsi sebagai antioksidan yang efektif dalam menangkal efek radikal bebas penyebab kerusakan sel dan DNA. Selain itu, sinergi antara riboflavin dengan vitamin B kompleks lainnya turut mendukung proses pembentukan sel darah merah.
Pengendalian Tekanan Darah
Tingginya kadar kalium dalam gula aren berperan dalam menjaga fungsi kardiovaskular, sehingga dapat menjadi alternatif pemanis alami bagi penderita hipertensi.
