Foto: pixabay
Dorongan Ekspor Kopi dan Kakao Jember Menuju Pasar Global
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mengajak Kabupaten Jember, Jawa Timur, untuk memperluas ekspor kopi dan kakao.
Ia menekankan pentingnya meningkatkan kualitas dan permintaan produk tersebut agar sesuai dengan standar pasar internasional.
Melansir Antara, dalam kunjungan kerjanya ke Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia di Jember pada hari Jumat, Sudaryono menyampaikan bahwa kopi dari daerah tersebut sebenarnya sudah layak untuk diekspor.
Namun, ia menilai perlu upaya lebih untuk meningkatkan permintaan, sehingga makin banyak pembeli yang tertarik dan petani pun lebih termotivasi untuk menanam.
Ia menyampaikan keyakinannya bahwa Indonesia memiliki kemampuan untuk menghasilkan kopi dan cokelat berkualitas tinggi, didukung oleh peralatan serta teknologi yang mumpuni untuk mengolah hasil perkebunan.
Sudaryono menambahkan bahwa hasil dari sektor perkebunan Indonesia sudah baik, namun harus terus ditingkatkan agar mampu bersaing secara global.
Oleh karena itu, menurutnya, penting untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia punya potensi besar dalam hal ini.
Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN seperti PT Perkebunan Nusantara, dan para petani untuk memperkuat ekspor hasil perkebunan.
Sementara itu, Bupati Jember, Muhammad Fawait, menyatakan bahwa pihaknya tengah menjalin kerja sama dengan Kementerian Pertanian dan Pusat Penelitian Kopi dan Kakao untuk meningkatkan pengetahuan petani melalui pelatihan. Edukasi ini akan dilakukan melalui kelompok tani, pemerintah desa, serta koperasi.
Fawait menegaskan bahwa pengembangan sektor pertanian di Jember tidak hanya bertujuan memperluas area tanam, tetapi juga meningkatkan mutu hasil panen.
Peningkatan produktivitas akan dicapai dengan membangun sinergi antara petani, desa, dan koperasi, serta menyediakan pelatihan yang tepat.
Data dari Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa produksi kopi di Jember pada tahun 2023 mencapai 4.477,11 ton, menjadikannya sebagai salah satu daerah penghasil kopi utama di Jawa Timur.
Pemerintah Kabupaten Jember juga tengah mengembangkan klaster agribisnis kopi dengan menggandeng Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (Puslitkoka).
Lembaga riset ini berdiri sejak 1911 dan berlokasi di Jember. Perannya sangat penting dalam menciptakan berbagai inovasi terkait budidaya, pengolahan pascapanen, dan peningkatan kualitas produk kopi dan kakao.
Hasil-hasil riset dari Puslitkoka telah banyak dimanfaatkan oleh petani, pelaku industri, maupun pemerintah sebagai dasar pengembangan mutu dan produktivitas kopi serta kakao di Indonesia.
