Foto: pixabay
Peremajaan Perkebunan Kakao Ransiki Jadi Kunci Peningkatan Produksi
Perkebunan kakao yang berada di Ransiki, Kabupaten Manokwari Selatan, Papua Barat, saat ini dinilai hanya memerlukan proses peremajaan untuk mencapai target produksi sebesar 1.000 ton setiap bulannya.
Melansir Antara, hal ini disampaikan oleh Ketua Koperasi Eiber Suth Ransiki, Yusuf Kawai, dalam keterangannya di Manokwari.
Yusuf menjelaskan bahwa luas total lahan perkebunan mencapai 1.868 hektare. Lahan ini dulunya dikelola oleh PT Coklat Ransiki yang kini sudah tidak lagi beroperasi.
Namun, sebagian besar tanaman kakao yang ada dalam kondisi rusak. Dari seluruh area tersebut, hanya sekitar 200 hektare yang masih produktif secara berkelanjutan. Sisanya memerlukan perbaikan agar bisa difungsikan kembali.
Sebelumnya, Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, juga sempat menyatakan harapannya agar produksi kakao dari Ransiki dapat mencapai angka 1.000 ton per bulan.
Menurutnya, potensi tersebut sangat mungkin dicapai mengingat masih luasnya lahan yang tersedia untuk dikelola.
Yusuf menambahkan bahwa tantangan utama yang dihadapi oleh petani dan koperasi saat ini hanyalah keterbatasan modal. Ia meyakini para petani di Kampung Abresso siap untuk mengelola seluruh lahan apabila mendapatkan dukungan dana yang memadai.
Ia pun membuka peluang kerja sama dengan pembeli yang bersedia memberikan dukungan pendanaan agar seluruh potensi lahan dapat dimanfaatkan.
Saat ini, meskipun produksi belum optimal, kegiatan pengiriman kakao dari Manokwari Selatan sudah berjalan secara teratur.
Dari lahan seluas 200 hektare yang telah dikelola, Koperasi Eiber Suth kini mampu mengirim hasil panen dua kali dalam sebulan. Setiap pengiriman rata-rata mencapai 12 ton dan dikirim ke Surabaya.
Sementara itu, ekspor kakao dari daerah tersebut baru dilakukan ke Inggris. Permintaan dari negara lain sebenarnya cukup banyak, namun belum dapat dipenuhi karena jumlah produksi yang masih terbatas.
Yusuf optimis bahwa apabila seluruh lahan sudah kembali produktif, bukan hanya target dari pemerintah provinsi dapat tercapai, tetapi permintaan dari berbagai negara juga bisa dipenuhi.
