Foto: impactfoods
Pelatihan Olahan Daun Kelor, Upaya Pemberdayaan Masyarakat Lewat Inovasi Frozen Food
Tanaman kelor atau dikenal juga dengan nama Moringa Oleifera adalah tumbuhan serbaguna yang memiliki keunggulan dibanding banyak tanaman lain. Ia mampu tumbuh di berbagai jenis tanah dan tetap bertahan hidup meski berada di daerah yang kekurangan air.
Di Indonesia, kelor sering digunakan sebagai pelengkap masakan, seperti sup, gorengan, bahkan minuman seperti teh. Tak jarang pula masyarakat menanamnya di halaman rumah sebagai tanaman hias.
Lebih dari sekadar bahan pangan, daun kelor juga menyimpan beragam manfaat kesehatan. Daun ini mengandung nutrisi penting seperti protein, berbagai jenis vitamin (A, B, C, dan E), mineral seperti zat besi, kalsium, dan magnesium, serta asam amino esensial.
Di samping itu, kelor juga memiliki kandungan senyawa aktif seperti flavonoid dan polifenol yang berfungsi sebagai antioksidan dan antiinflamasi alami.
Dilansir dari Kumparan, melihat potensi tersebut, Himpunan Mahasiswa Manajemen (HIMAMA) dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melalui program PPK ORMAWA menggelar pelatihan pengolahan makanan beku berbahan dasar daun kelor di Kelurahan Ngunut Kidul, Desa Kelor, Kecamatan Karangmojo.
Program ini difokuskan untuk membekali warga, terutama ibu-ibu PKK, dengan kemampuan baru dalam mengolah daun kelor menjadi produk kuliner yang bergizi dan bernilai jual.
Dengan bimbingan dari Ibu Rubiyem, para peserta diajak untuk membuat berbagai jenis makanan dari daun kelor, seperti dimsum, bakso, dan nugget. Kandungan gizi yang tinggi dari daun kelor menjadikan makanan-makanan ini tidak hanya lezat tetapi juga sehat.
Pelatihan berjalan dengan penuh semangat. Warga yang hadir tidak hanya menyimak teori, tetapi juga langsung mempraktikkan proses pembuatan makanan beku tersebut.
Salah satu anggota PKK Ngunut Lor, Ibu Iwandari, menyampaikan bahwa pelatihan ini disusun secara lengkap mulai dari cara memilih bahan yang baik, proses pembuatan, hingga teknik penyimpanan agar produk tetap tahan lama dan tetap aman dikonsumsi.
Diharapkan, melalui pelatihan ini ibu-ibu di Ngunut Kidul dapat memiliki keahlian tambahan yang bisa dimanfaatkan untuk menciptakan peluang usaha baru di sektor kuliner.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk nyata kontribusi mahasiswa UMY dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat dan mendorong peningkatan kesejahteraan di tingkat lokal.
