Sorgum Manis Berpotensi Jadi Sumber Gula Alternatif di Indonesia Sorgum Manis Berpotensi Jadi Sumber Gula Alternatif di Indonesia

Foto: antara

  • RAA
  • Selasa, 17 Juni 2025 - 19:08 WIB

Sorgum Manis Berpotensi Jadi Sumber Gula Alternatif di Indonesia


Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah mengembangkan pengolahan tanaman sorgum manis sebagai bahan dasar pemanis alternatif. 

Inisiatif ini bertujuan untuk menciptakan produk pemanis dalam bentuk gula cair dan gula semut yang tidak hanya berasal dari tebu, jagung, atau kelapa.

Dilansir dari Antara, dalam sebuah diskusi daring, peneliti dari Pusat Riset Teknologi Tepat Guna BRIN, Sandi Darniadi, menjelaskan bahwa kandungan sukrosa dalam sorgum manis mencapai rata-rata 89,4 miligram per mililiter. 

Selain itu, tanaman ini juga mengandung glukosa sebesar 17,98 mg/ml dan fruktosa sebanyak 9,97 mg/ml.

Menurut Sandi, kadar gula total dalam sorgum manis mencapai 76 hingga 78 persen, hampir setara dengan kadar gula dalam tebu yang berada di kisaran 68 hingga 80 persen.

Dengan kandungan tersebut, sorgum manis dinilai sangat potensial untuk menjadi bahan baku pemanis.

Selain kandungan gulanya yang tinggi, keunggulan sorgum manis lainnya terletak pada kemudahan budidayanya. 

Tanaman ini memiliki masa tumbuh yang relatif singkat, hanya sekitar 3 hingga 4 bulan, serta memerlukan air jauh lebih sedikit dibandingkan tebu.

Jika dibandingkan, sorgum hanya butuh sekitar 4.000 meter kubik air per hektare, sedangkan tebu bisa mencapai hingga 36.000 meter kubik.

Sandi juga menekankan pentingnya Indonesia untuk mulai mengembangkan sumber gula baru. Saat ini, sekitar 75 persen produksi gula dunia masih bergantung pada tebu, diikuti oleh bit gula sebesar 20 persen, sementara sisanya berasal dari tanaman lain seperti jagung, kelapa, agave, maple, dan kurma dalam jumlah yang jauh lebih kecil. 

Sorgum belum masuk dalam daftar sumber gula utama, sehingga memiliki peluang besar untuk dikembangkan.

Permintaan global terhadap gula juga terus meningkat. Sandi menunjukkan bahwa dari tahun 2015 hingga 2024, tren konsumsi gula secara global mengalami kenaikan yang stabil.

Dalam rangka mendukung pengembangan sorgum sebagai sumber gula, BRIN telah menguji beberapa teknologi pertanian yang dapat diaplikasikan baik pada masa tanam maupun pascapanen.

Beberapa teknologi tersebut antara lain mesin roller press dengan kapasitas maksimum 250 kg batang per jam dan vacuum evaporator berkapasitas 40 liter untuk mengolah nira menjadi gula cair.

Untuk menghasilkan gula semut, BRIN juga mengembangkan mesin open pan cooker dan oven dehydrator yang dapat mengurangi kadar air nira dengan stabil. Semua teknologi ini telah diuji dan menunjukkan hasil yang menjanjikan.

Ke depan, BRIN merencanakan berbagai riset lanjutan hingga tahun 2027. Fokus utama akan diarahkan pada penerapan standar operasional pengolahan gula sorgum, pengembangan kapasitas produksi, serta diversifikasi produk. Harapannya, sorgum manis dapat menjadi komoditas strategis yang berkontribusi terhadap ketahanan pangan dan pemenuhan kebutuhan pemanis nasional.