Foto: RRI
Pemkab Alor Siapkan Kacang Kenari Dalam Program MBG
Pemerintah Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, sedang mempersiapkan kacang kenari lokal untuk dimasukkan sebagai bahan masakan dalam program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).
Bupati Alor, Iskandar Lakamau, menyatakan bahwa persiapan sedang dilakukan agar produk pangan lokal seperti kenari dapat terintegrasi ke dalam rantai pasok program ini. Saat ini, kacang kenari sudah digunakan dalam program MBG di Alor melalui dua dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Tanaman kenari, yang termasuk jenis kayu purba, banyak tumbuh di berbagai wilayah Alor, seperti Alor Timur Laut, Pantar, Leilanduhi, Kamot, dan Bukapiting. Masyarakat Alor telah lama memanfaatkan kacang ini sebagai bahan tambahan masakan atau mengolahnya menjadi hidangan khusus seperti kue dan keripik untuk menjamu tamu penting.
Berbagai penelitian dalam jurnal kesehatan menyebutkan bahwa kacang kenari memiliki kandungan nutrisi tinggi, terutama asam lemak omega-3, protein, serat, serta beragam vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh.
Bupati Iskandar menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Alor bersama peneliti BRIN sedang melakukan studi mendalam mengenai manfaat kenari lokal. Tujuannya adalah agar kacang ini dapat menjadi bahan pangan alternatif dalam program MBG, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Menurut data Badan Gizi Nasional, hingga Maret 2025, sebanyak 726 SPPG telah beroperasi di 38 provinsi, melayani sekitar 2,5 juta penerima manfaat, termasuk anak-anak. Pemerintah menargetkan 82,9 juta penerima manfaat pada akhir 2025 dengan mengaktifkan 32.000 SPPG.
"Ke depan, kami akan melakukan pendataan, konservasi, dan peremajaan tanaman agar kenari Alor dapat dibudidayakan secara besar-besaran," ujar Iskandar.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Alor bekerja sama dengan mitra strategis, seperti Wahana Visi Indonesia (WVI), untuk membina petani lokal dalam meningkatkan kualitas panen, nilai jual, dan keberlanjutan produksi.
Hal ini dinilai penting untuk mendorong perputaran ekonomi daerah dan memberikan manfaat langsung bagi petani serta pelaku usaha kecil.
