Foto: ralali
Gula Aren Rokan Hulu: Potensi Lokal yang Terus Berkembang
Gula aren adalah salah satu jenis pemanis alami yang berasal dari cairan nira pohon enau, yang dikenal pula sebagai pohon aren.
Cairan ini diambil dari tandan bunga jantan pohon tersebut dan melalui proses pengolahan hingga menjadi gula padat.
Melansir Kumparan, Kabupaten Rokan Hulu, yang berada di Provinsi Riau, tidak hanya dikenal sebagai salah satu sentra pangan, tetapi juga sebagai penghasil gula aren yang cukup signifikan.
Meskipun secara administratif kebun aren yang tercatat hanya terdapat di dua wilayah, yakni Kecamatan Rokan IV Koto dengan luas 9,7 hektare dan Kecamatan Tandun seluas 17,01 hektare, kenyataannya tanaman aren juga banyak ditemukan tumbuh liar di daerah lain.
Beberapa kecamatan seperti Rambah, Rambah Samo, Rambah Hilir, dan Bangun Purba juga memiliki populasi pohon aren yang cukup banyak, meski tidak dibudidayakan secara intensif.
Di daerah-daerah tersebut, para pelaku usaha kecil menengah bergerak dalam produksi gula aren. Menurut data dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Rokan Hulu, tercatat ada sebanyak 64 pelaku usaha yang menggeluti industri ini.
Rata-rata produksi harian mereka mencapai 311 kilogram, yang jika diakumulasikan dalam satu tahun mencapai sekitar 117 ton. Untuk menjaga kualitas air nira agar tidak cepat mengalami proses fermentasi dan berubah menjadi asam, para pengrajin biasanya menambahkan kulit kayu Raru yang telah dipukul-pukul ke dalam wadah penampungan nira. Ini merupakan teknik tradisional yang masih dipertahankan hingga kini.
Proses pembuatan gula aren dimulai dengan pengambilan air nira menggunakan wadah bambu yang dipasang di pohon.
Setelah itu, cairan disaring dan dimasak dalam kuali besar selama beberapa jam, hingga mengental dan berubah warna.
Setelah mencapai kekentalan yang diinginkan, cairan ini dituangkan ke dalam cetakan hingga mengeras. Gula yang telah jadi biasanya dikemas dengan daun kering sebelum dipasarkan.
Salah satu pengrajin gula aren, Ibu Serly, menyampaikan bahwa permintaan terhadap produk ini terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.
Selain digunakan sebagai pemanis makanan dan minuman, gula aren juga banyak dipilih karena dianggap lebih sehat dibandingkan gula putih.
Banyak konsumen yang mempercayai bahwa gula ini dapat menjadi pilihan yang lebih aman bagi penderita diabetes.
Menyadari potensi ini, Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan memberikan dukungan kepada para pelaku usaha gula aren di Rokan Hulu. Bantuan diberikan dalam bentuk pembinaan serta pemberian peralatan produksi untuk menunjang kegiatan mereka.
Dengan adanya dukungan ini, diharapkan industri gula aren di daerah tersebut dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat sekitar.
