Makanan Kaya Flavonoid Dapat Turunkan Risiko Penyakit Serius
Beberapa makanan seperti teh, buah beri, cokelat hitam, dan apel tidak hanya lezat tetapi juga bermanfaat bagi kesehatan. Menurut penelitian terbaru yang dilakukan oleh Universitas Queen Belfast, Universitas Edith Cowan Perth, Universitas Kedokteran Wina, dan Universitas Wien, makanan kaya flavonoid dapat menurunkan risiko penyakit serius dan meningkatkan harapan hidup.
Studi berjudul "High diversity of dietary flavonoid intake is associated with a lower risk of all-cause mortality and major chronic diseases" yang dipublikasikan di Nature Food (2025) menemukan bahwa keragaman asupan flavonoid dalam makanan dapat membantu mencegah diabetes tipe 2, penyakit kardiovaskular, kanker, dan gangguan neurologis. Flavonoid merupakan senyawa polifenol alami yang terdapat pada tumbuhan dan dikenal memiliki sifat antioksidan serta berbagai manfaat kesehatan.
Senyawa ini banyak ditemukan dalam teh, blueberry, stroberi, jeruk, apel, anggur, cokelat hitam, dan sayuran seperti kangkung. Terdapat lima kelompok utama flavonoid, salah satunya adalah antosianin yang terdapat dalam anggur. Teh mengandung flavan-3-ols, jus jeruk kaya akan flavonon, sementara apel dan teh juga memiliki variasi flavonoid lainnya.
Penelitian ini melibatkan lebih dari 120.000 peserta dari UK Biobank berusia 40–70 tahun yang diamati selama lebih dari 10 tahun. Hasilnya menunjukkan bahwa peserta yang mengonsumsi minimal 1.000 mg flavonoid per hari memiliki risiko kematian 20% lebih rendah. Selain itu, mereka yang mengonsumsi lima jenis makanan kaya flavonoid setiap hari mengalami penurunan risiko kematian sebesar 16%, risiko penyakit kardiovaskular 10% lebih rendah, dan risiko kanker 20% lebih rendah dibandingkan mereka yang hanya mengonsumsi satu jenis.
Benjamin Parmenter, peneliti dari Universitas Queen Belfast, menjelaskan bahwa asupan 500 mg flavonoid per hari (setara dengan dua cangkir teh) sudah dapat menurunkan risiko kematian sebesar 16% serta mengurangi kemungkinan penyakit kardiovaskular, diabetes tipe 2, dan gangguan pernapasan sekitar 10%. Ia menekankan pentingnya variasi sumber flavonoid daripada hanya mengandalkan satu jenis makanan.
Aedin Cassidy, peneliti dari Institute for Global Food Security, menambahkan bahwa berbagai jenis flavonoid bekerja dengan cara berbeda, seperti menurunkan tekanan darah, mengontrol kolesterol, dan mengurangi peradangan. Sementara itu, Tilman Kuhn dari Universitas Kedokteran Wina menyoroti bahwa penelitian ini menguatkan anjuran untuk mengonsumsi makanan beragam warna guna memperoleh nutrisi yang optimal bagi kesehatan jangka panjang.
Temuan ini mendukung pendekatan diet bervariasi yang mencakup buah, sayur, dan sumber flavonoid lain untuk meningkatkan kualitas hidup dan mengurangi risiko penyakit kronis.
