Cokelat Hitam Berpotensi Kurangi Resiko Diabetes Tipe 2, Studi Harvard Mengungkap Temuan Menarik Cokelat Hitam Berpotensi Kurangi Resiko Diabetes Tipe 2, Studi Harvard Mengungkap Temuan Menarik

  • RAA
  • Kamis, 12 Juni 2025 - 19:03 WIB

Cokelat Hitam Berpotensi Kurangi Resiko Diabetes Tipe 2, Studi Harvard Mengungkap Temuan Menarik


Sebuah studi dari Departemen Nutrisi di Harvard TH Chan School of Public Health, Amerika Serikat, mengungkap bahwa mengonsumsi cokelat hitam secara rutin dapat menurunkan kemungkinan seseorang terkena diabetes tipe 2.


Dilansir dari Antara, penelitian tersebut menemukan bahwa individu yang mengonsumsi minimal lima porsi cokelat hitam setiap minggu memiliki resiko 21 persen lebih rendah mengalami kondisi ini, dibandingkan mereka yang jarang atau bahkan tidak mengonsumsi cokelat sama sekali.

Tidak hanya cokelat hitam, konsumsi cokelat secara umum sebanyak lima kali dalam sepekan juga berkaitan dengan penurunan resiko diabetes tipe 2 sebesar 10 persen. Hal ini diungkap dalam laporan yang dikutip dari WebMD pada Kamis, 4 Desember.


Salah satu peneliti utama, Binkai Liu, yang juga mahasiswa doktoral di Harvard, menjelaskan bahwa tidak semua jenis cokelat memberikan dampak yang sama bagi kesehatan.


Ia menyarankan agar pecinta cokelat mempertimbangkan pilihan yang lebih sehat, seperti cokelat hitam, karena dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi tubuh.


Peneliti mencatat bahwa sejumlah studi sebelumnya mengenai konsumsi cokelat hitam dan hubungannya dengan diabetes tipe 2 memberikan hasil yang beragam dan belum sepenuhnya konsisten.


Selain itu, belum banyak penelitian yang secara khusus membedakan efek cokelat susu dan cokelat hitam terhadap kesehatan.


Atas dasar itu, para ilmuwan melakukan studi lanjutan yang lebih mendalam dan baru-baru ini hasilnya dipublikasikan dalam jurnal medis Inggris BMJ. 

Studi ini melibatkan lebih dari 192 ribu tenaga kesehatan, termasuk perawat, yang secara berkala melaporkan pola makan mereka. Seluruh partisipan pada awal penelitian belum memiliki diabetes tipe 2, dan mereka yang memiliki riwayat penyakit jantung atau kanker tidak disertakan dalam penelitian ini.

Dalam survei, peserta ditanya seberapa sering mereka mengonsumsi satu batang atau bungkus cokelat.


Peneliti menganggap satu porsi setara dengan satu ons cokelat, yang kira-kira seukuran satu potong kecil.

Meskipun konsumsi cokelat dapat berkaitan dengan peningkatan berat badan, hasil tersebut lebih sering ditemukan pada orang yang mengonsumsi cokelat susu.


Peneliti utama lainnya, Qi Sun, yang merupakan profesor di bidang kedokteran, nutrisi, dan epidemiologi di Harvard, mengatakan bahwa perbedaan dampak antara cokelat hitam dan cokelat susu sangat mencolok.

Menurutnya, meskipun keduanya memiliki jumlah kalori dan lemak jenuh yang mirip, kandungan polifenol yang lebih tinggi dalam cokelat hitam tampaknya mampu mengurangi efek negatif dari lemak dan gula terhadap kenaikan berat badan serta resiko diabetes. Hal ini menjadi temuan menarik yang menurut para peneliti perlu dikaji lebih lanjut.