Dorong Ekonomi Lokal & Konservasi Alam, Majalengka Kembangkan Sentra Agroindustri Gula Aren Dorong Ekonomi Lokal & Konservasi Alam, Majalengka Kembangkan Sentra  Agroindustri Gula Aren

Foto: alodokter

  • RAA
  • Minggu, 08 Juni 2025 - 10:07 WIB

Dorong Ekonomi Lokal & Konservasi Alam, Majalengka Kembangkan Sentra Agroindustri Gula Aren


Gula aren, komoditas unggulan berbasis kearifan lokal, menunjukkan prospek cerah baik di pasar dalam negeri maupun global. Karakteristik produksinya yang mempertahankan metode tradisional, berbasis komunitas, dan menggunakan bahan alami menjadikannya sebagai komoditas strategis untuk pengembangan agroindustri pedesaan.

Desa Girimulya di Kabupaten Majalengka menonjol sebagai salah satu pusat pengembangan agroindustri gula aren, didukung oleh melimpahnya sumber daya pohon aren dan keahlian turunan masyarakat dalam pengolahan nira menjadi gula aren berkualitas tinggi. Universitas Majalengka melalui program PKM berperan aktif dalam memberdayakan masyarakat setempat dengan memberikan pelatihan inovasi produk, pengemasan modern, strategi branding, serta peningkatan standar kualitas dan higienitas produksi. Inisiatif ini diharapkan dapat memperkuat daya saing produk lokal sekaligus membuka peluang ekspor.

Program pengabdian masyarakat ini dijalankan oleh tim dari Universitas Majalengka pada Juni 2025, yang terdiri atas Sri Umyati, SP., MP. dan Dinar, SP., MP. Kedua akademisi tersebut terlibat secara aktif dalam merancang kurikulum pelatihan, memberikan pendampingan teknis kepada pengrajin gula aren, serta memfasilitasi sinergi antara dunia akademik dan komunitas lokal.

Sri Umyati, SP., MP. menekankan bahwa pemberdayaan potensi lokal merupakan katalisator pembangunan ekonomi desa berkelanjutan. Kasus Girimulya membuktikan bahwa pengembangan agroindustri berbasis komoditas lokal mampu menciptakan efek berantai positif: (1) ekonomi, (2) ekologi melalui konservasi pohon aren yang berfungsi sebagai tanaman konservasi tanah, dan (3) sosial melalui pelestarian kearifan lokal. Sebagaimana diungkapkan Dinar, SP., MP., "Integrasi antara sains dan pengetahuan tradisional merupakan pondasi utama dalam membangun industri berbasis masyarakat yang berdaya saing dan berkelanjutan."

Keberhasilan transformasi industri rakyat ini bergantung pada sinergi multipihak, melibatkan pemerintah, akademisi, dan sektor bisnis. Melalui kolaborasi berkelanjutan, gula aren Indonesia berpotensi menjadi komoditas unggulan di pasar global, tanpa mengabaikan nilai-nilai kearifan lokal dan prinsip keberlanjutan lingkungan.