Pengembangan Ekowisata di Desa Bojongmanggu Pengembangan Ekowisata di Desa Bojongmanggu

Foto: dkppbuleleng

  • RAA
  • Sabtu, 07 Juni 2025 - 21:54 WIB

Pengembangan Ekowisata di Desa Bojongmanggu


Desa Bojongmanggu di Kabupaten Bandung kini menjadi percontohan pengembangan ekowisata berbasis komoditas sorgum.

Melalui inisiatif "Kampung Sorgum", desa ini berhasil mengintegrasikan aspek pertanian, edukasi, dan ekonomi kreatif. Dukungan akademisi dari Universitas Telkom melalui program pengabdian masyarakat telah melengkapi warga dengan buku panduan komprehensif yang mencakup teknik budidaya hingga pengolahan sorgum menjadi berbagai produk bernilai tambah seperti tepung, kudapan, dan minuman kesehatan.

Sebagai implementasi program pengabdian masyarakat, tim dari Universitas Telkom melalui Research Alliance Kolabs menjalin kemitraan dengan Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati di Desa Bojongmanggu untuk menyusun buku panduan pengolahan sorgum.

Buku ini dirancang tidak sekadar sebagai referensi teknis, melainkan juga sebagai instrumen pemberdayaan yang melibatkan partisipasi aktif anggota KWT dalam seluruh proses penyusunan. Melalui pendekatan kolaboratif ini, masyarakat memperoleh kemampuan mengembangkan produk olahan sorgum inovatif yang mendukung pengembangan ekowisata sekaligus meningkatkan pendapatan keluarga. "Buku ini menjadi panduan komprehensif bagi kami dalam mengoptimalkan potensi sorgum," ungkap perwakilan KWT Melati.

Intervensi ini telah memberikan dampak transformatif pada tiga aspek utama: pengetahuan, keterampilan, dan ekonomi masyarakat. Dari yang awalnya hanya menguasai teknik budidaya konvensional, kini warga mampu memproduksi berbagai varian olahan sorgum bernilai tambah.

Produk-produk tersebut tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal tetapi juga menjadi daya tarik wisata. Kendati demikian, perluasan jaringan pemasaran masih menjadi kendala yang perlu diatasi melalui strategi pemasaran digital. Dengan branding "Kampung Sorgum", desa ini berhasil memposisikan diri sebagai destinasi ekowisata berbasis pangan lokal yang unik.