Dorong Konsumsi Sorgum, Bapanas Perkuat Ketahanan Pangan Lokal di NTT Dorong Konsumsi Sorgum, Bapanas Perkuat Ketahanan Pangan Lokal di NTT

Foto: lokadesa

  • RAA
  • Sabtu, 07 Juni 2025 - 11:30 WIB

Dorong Konsumsi Sorgum, Bapanas Perkuat Ketahanan Pangan Lokal di NTT


Badan Pangan Nasional (Bapanas) terus mendorong masyarakat untuk memanfaatkan sumber pangan lokal seperti sorgum di Nusa Tenggara Timur sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan berbasis potensi daerah.

Dilansir dari Antara, Rachmad Firdaus, Kepala Biro Organisasi, SDM, dan Hukum Bapanas, menyampaikan bahwa setiap wilayah di Indonesia memiliki keanekaragaman pangan yang seharusnya dimaksimalkan demi kesejahteraan masyarakat.


Menurutnya, Nusa Tenggara Timur memiliki komoditas sorgum yang kaya akan kandungan gizi dan layak dikembangkan sebagai konsumsi harian masyarakat setempat.


Dalam kegiatan yang berlangsung di Pulau Semau, Kabupaten Kupang, Rachmad menegaskan bahwa Bapanas tengah menjalankan gerakan nasional untuk mendorong penganekaragaman konsumsi pangan yang berakar pada potensi lokal.


Ia menekankan pentingnya peran edukasi dalam gerakan ini, terutama untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya kalangan muda, tentang pentingnya konsumsi makanan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman.


Penjabat Gubernur Nusa Tenggara Timur, Andriko Noto Susanto, turut mendukung inisiatif ini. Ia menilai bahwa pemanfaatan pangan lokal seperti sorgum tidak hanya meningkatkan kesejahteraan petani, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Ia berharap gerakan ini dapat diperluas secara nasional.


Menurut Andriko, dengan mengandalkan bahan pangan dari daerah sendiri, masyarakat bisa lebih mandiri secara pangan dan di saat yang sama membentuk generasi yang sehat dan produktif.


Sementara itu, Rinna Syawal selaku Pelaksana Harian Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas, menyoroti pentingnya mengenalkan sorgum sebagai pilihan makanan pokok alternatif bagi generasi muda.


Ia menyatakan bahwa kampanye ini selaras dengan pesan “Kenyang Gak Harus Nasi” yang tengah digalakkan secara nasional.


Rinna menjelaskan bahwa sorgum mengandung nutrisi tinggi dan memiliki potensi besar sebagai penopang ketahanan pangan di tingkat nasional. 


Oleh karena itu, penting untuk mulai memperkenalkannya sejak dini kepada anak-anak dan remaja agar mereka memahami bahwa ada banyak pilihan pangan bergizi selain nasi.


Kegiatan edukatif ini melibatkan 1.000 peserta, terdiri dari pelajar tingkat SD hingga SMA, termasuk siswa dari Sekolah Luar Biasa dan penghuni panti asuhan.


Acara ini juga menghadirkan program sarapan sehat berbasis sorgum yang dikemas secara menarik melalui dongeng edukatif dengan pesan-pesan B2SA atau Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman.


Lebih lanjut, Rinna menyebutkan bahwa program edukasi ini diperluas melalui inisiatif B2SA Goes to School (BGtS).


Sepanjang tahun 2023, program ini telah dilaksanakan di 128 sekolah di 32 provinsi. Untuk tahun 2024, Bapanas menargetkan menjangkau 380 sekolah di 38 provinsi dengan melibatkan sekitar 95 ribu siswa.


Melalui kolaborasi dengan sekolah-sekolah, Bapanas berharap gerakan edukasi konsumsi pangan sehat ini dapat tertanam kuat di kalangan generasi muda Indonesia.