Pantai Gading, Penghasil Kacang Mete Terbesar Di Dunia
Pantai Gading (Côte d'Ivoire) di Afrika memegang predikat sebagai produsen kacang mete terbesar di tingkat global. Negara ini secara konsisten menghasilkan sekitar 1 juta ton kacang mete mentah setiap tahun, mengukuhkan posisinya sebagai pemimpin pasar komoditas ini.
Perlu diketahui bahwa kacang mete sebenarnya merupakan biji yang berasal dari buah jambu mete (Anacardium occidentale) dengan bentuk khas - menempel di bagian bawah buah yang berbentuk seperti apel.
Tanaman mete menghasilkan buah yang terbagi menjadi dua komponen utama: bagian atas berupa buah semu (pseudofruit) yang dikenal sebagai jambu mete, dan bagian bawah berupa struktur keras berbentuk ginjal yang mengandung biji. Biji inilah yang kemudian diproses menjadi kacang mete yang kita konsumsi.
Proses pengolahan pascapanen melibatkan beberapa tahapan kritis. Pertama, biji mete harus dipisahkan secara hati-hati dari buah semunya, kemudian melalui proses pengeringan yang cermat untuk mengurangi kadar air sebelum dapat dikonsumsi lebih lanjut.
Buah tanaman mete memiliki dua komponen utama - bagian atas berupa jambu mete yang berdaging dan bagian bawah berbentuk cangkang keras yang mengandung biji. Biji inilah yang setelah diproses menjadi kacang mete yang biasa kita konsumsi.
Proses pengolahannya memerlukan beberapa tahapan penting. Setelah dipanen, biji mete harus dipisahkan secara hati-hati dari buahnya, lalu melalui proses penjemuran untuk mengurangi kadar air sebelum siap untuk dikonsumsi atau diolah lebih lanjut.
Selanjutnya kacang-kacangan tersebut dipanggang atau untuk melonggarkan cangkangnya inti kacang yang telah dipisahkan kemudian dikeringkan kembali.
Kemudian dikupas kulit tipisnya dan disortir berdasarkan ukuran serta kualitas.
Banyak pabrik pengolahan mete di Pantai Gading kini mengadopsi mesin modern untuk meningkatkan efisiensi. Meskipun begitu, sebagian proses masih mengandalkan tenaga kerja masyarakat setempat, khususnya perempuan.
