Foto: clevelandclinic
Madu, Alternatif Alami yang Efektif untuk Redakan Batuk dan Gejala ISPA
Saat mengalami batuk atau pilek, madu bisa menjadi pilihan yang lebih baik dibandingkan beberapa obat flu maupun antibiotik.
Dilansir dari Antara, Tim peneliti dari Universitas Oxford menemukan bahwa madu memberikan hasil yang lebih efektif dalam meredakan gejala infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), yang umumnya disebabkan oleh virus. Karena infeksi virus tidak dapat diatasi dengan antibiotik, penggunaan madu dinilai lebih tepat.
Para peneliti menganalisis 14 studi yang membandingkan efektivitas madu dengan antibiotik, obat bebas seperti antihistamin, penekan batuk, ekspektoran, dan bahkan plasebo.
Hasil analisis menunjukkan bahwa madu mampu meredakan gejala ISPA dengan hasil yang lebih baik daripada pengobatan konvensional.
Dalam dua penelitian di antaranya, terlihat bahwa mereka yang mengonsumsi madu mengalami lebih sedikit gejala sakit dibandingkan mereka yang menggunakan pengobatan lain.
Peneliti menyimpulkan bahwa madu sangat efektif dalam mengurangi frekuensi dan intensitas batuk, dan juga bermanfaat dalam mengatasi gejala ISPA lainnya, terutama pada anak-anak.
Madu dianggap lebih aman dan memberikan manfaat nyata dibandingkan beberapa obat bebas yang tersedia di pasaran.
Selain itu, penggunaannya juga dapat membantu menghindari risiko resistensi antimikroba yang terjadi akibat penggunaan antibiotik yang tidak tepat.
Namun, perlu diperhatikan bahwa bayi di bawah usia satu tahun tidak boleh mengonsumsi madu. Hal ini disebabkan oleh resiko botulisme, yaitu infeksi langka namun serius yang dapat membahayakan kesehatan bayi.
Untuk anak usia di atas satu tahun, madu umumnya aman dikonsumsi karena sistem pencernaannya sudah lebih matang. Jika masih ragu, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter.
Gejala pilek dan ISPA yang menyerang bagian tubuh seperti hidung, tenggorokan, hingga saluran pernapasan atas bisa membuat tubuh merasa lemah dan tidak nyaman. Gejala yang biasa muncul antara lain batuk, hidung tersumbat, sakit tenggorokan, dan kelelahan.
Sebagian orang memilih untuk menggunakan antibiotik atau membeli obat flu dan alergi yang dijual bebas untuk mengatasi gejala-gejala tersebut.
Padahal, penggunaan obat-obatan seperti dekongestan dapat memicu efek samping serius, termasuk peningkatan tekanan darah, kecemasan, dan gangguan irama jantung.
Obat ini juga tidak disarankan bagi orang yang sedang mengonsumsi jenis antidepresan tertentu karena dapat menyebabkan lonjakan tekanan darah yang membahayakan.
Obat batuk pun memiliki risiko tersendiri. Penggunaan dalam dosis tinggi atau terlalu sering dapat menimbulkan halusinasi, tekanan darah meningkat, bahkan kejang.
Sementara itu, ekspektoran cenderung memiliki efek samping yang lebih ringan, namun tetap perlu digunakan dengan hati-hati.
Penggunaan antibiotik untuk mengatasi pilek atau ISPA akibat virus juga tidak efektif. Selain tidak mempercepat pemulihan, hal ini justru berpotensi menimbulkan resistensi antibiotik, yang menjadi masalah kesehatan global.
Dengan melihat berbagai resiko tersebut, madu muncul sebagai alternatif alami yang tidak hanya lebih aman, tapi juga terbukti memberikan manfaat nyata dalam mengurangi gejala batuk dan ISPA.
