Maluku Dorong Pengembangan Jambu Mete di Empat Kabupaten Maluku Dorong Pengembangan Jambu Mete di Empat Kabupaten

Foto: britannica

  • RAA
  • Minggu, 01 Juni 2025 - 18:49 WIB

Maluku Dorong Pengembangan Jambu Mete di Empat Kabupaten


Pemerintah Provinsi Maluku tengah fokus mengembangkan komoditas jambu mete di empat wilayah untuk mendorong peningkatan hasil pertanian daerah.


Melansir Antara, empat kabupaten yang menjadi sasaran pengembangan ini adalah Kabupaten Buru, Maluku Barat Daya, Kepulauan Tanimbar, dan Maluku Tengah.


Gubernur Maluku, Murad Ismail, dalam keterangannya di Ambon pada Kamis, menyampaikan bahwa potensi lahan di wilayah tersebut sangat mendukung untuk budidaya jambu mete.

Pernyataan ini disampaikannya bersama Ketua TP-PKK Maluku, Widya Pratiwi, saat melakukan kunjungan ke salah satu perusahaan swasta pengolah jambu mete di Jakarta.


Saat ini, kelapa masih menjadi komoditas utama yang dibudidayakan oleh para petani di Maluku. Tingginya jumlah perusahaan yang bergerak di sektor kelapa menciptakan persaingan ketat di antara para pengusaha di bidang tersebut.


Data pada tahun 2020 menunjukkan bahwa luas lahan kelapa di Maluku mencapai 115,16 juta hektare, menjadikannya komoditas dengan areal terluas dibandingkan tanaman perkebunan lainnya.


Melihat kondisi itu, Gubernur Murad ingin mendorong hadirnya komoditas alternatif berupa jambu mete.


Langkah ini dianggap sebagai upaya strategis untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan mendongkrak pertumbuhan ekonomi di sektor pertanian.


Dalam kunjungannya, Gubernur dan Ketua TP-PKK Maluku turut melihat langsung proses pengolahan mete mulai dari tahap pengeringan biji hingga pengemasan produk akhir dalam berbagai bentuk.


Gubernur menyampaikan harapan agar kunjungan kerja tersebut dapat membuka peluang kemitraan antara petani di Maluku dengan perusahaan pengolah jambu mete yang merupakan salah satu yang terbesar di kawasan timur Indonesia.

Tak hanya soal jambu mete, Gubernur juga mengusulkan kerja sama dengan perusahaan tersebut untuk pengembangan industri berbasis komoditas unggulan Maluku lainnya, seperti olahan ikan tuna, pala, kayu putih, dan buah gandaria.

Ia berharap perusahaan ini dapat menjadi mitra strategis dalam membangun sektor industri pengolahan yang berasal dari kekayaan alam Maluku.

Direktur perusahaan, Jimmy Wisan, menyatakan bahwa pihaknya tertarik untuk mendukung para petani di Maluku, terutama setelah melakukan kunjungan langsung ke wilayah tersebut beberapa waktu lalu.

Sebagai langkah awal, perusahaan berencana mengirimkan bibit jambu mete untuk dikembangkan di Maluku dalam waktu dekat.