Foto: elshinta
Bupati Langkat Berikan Komitmen Dukung Pengembangan Gula Aren Cair
Bupati Langkat Syah Afandin mendemonstrasikan komitmennya dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan sektor UMKM. Salah satu realisasi nyatanya adalah pengembangan komoditas gula aren cair di Desa Mangga, Kecamatan Stabat, yang diimplementasikan melalui program 'Desa Mangga Desa Devisa Gula Aren Langkat 2025' pada Selasa, 6 Mei 2025. Program ini melibatkan kerjasama strategis antara Pemerintah Kabupaten Langkat dengan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) serta Kementerian Keuangan RI, dengan tujuan meningkatkan kapasitas UMKM gula aren hingga mampu melakukan ekspor mandiri.
Dalam acara tersebut turut hadir perwakilan dari Kementerian Keuangan Provinsi Sumatera Utara dan Kepala Kanwil DJKN Sumut, Dodok Dwi Handoko, bersama Kepala Departemen Jasa Konsultasi LPEI, Nila Meidita. Mereka menekankan bahwa program ini merupakan bentuk konkret dukungan pemerintah terhadap penguatan ekonomi desa, bukan sekadar pendampingan teknis semata. Dodok Dwi Handoko menyatakan harapannya agar manfaat program dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, sebagaimana dilaporkan kontributor Elshinta, M Salim, pada Kamis, 8 Mei.
Nila Meidita dari LPEI memaparkan rencana pembinaan komprehensif yang akan mencakup peningkatan kualitas nira, penanganan pasca panen, hingga standardisasi peralatan produksi. Ia mengungkapkan optimisme bahwa gula aren Langkat berpotensi menjadi produk ekspor andalan Sumatera Utara di pasar global, asalkan didukung oleh peningkatan mutu dan manajemen yang baik.
Merespon hal tersebut, Bupati Syah Afandin langsung mengambil tindakan dengan menginstruksikan Dinas Pertanian setempat untuk melakukan penyediaan bibit pohon aren secara besar-besaran. Bupati menegaskan visinya untuk menjadikan gula aren sebagai ikon daerah Kabupaten Langkat yang dikenal secara nasional maupun internasional. Ia berkomitmen untuk terus memonitor perkembangan UMKM gula aren ini guna memastikan dampak positif terhadap peningkatan taraf hidup masyarakat Desa Mangga, sebagai bentuk tanggung jawabnya sebagai pemimpin daerah.
Kolaborasi multipihak ini menandai langkah progresif Kabupaten Langkat dalam membina UMKM lokal untuk bersaing di pasar global, dengan harapan menjadikan gula aren sebagai komoditas unggulan yang dapat mengharumkan nama daerah di kancah ekspor internasional.
