Sensasi Pedas Ayam Geprek Andaliman, Cita Rasa Khas Sumut Yang Unik Sensasi Pedas Ayam Geprek Andaliman, Cita Rasa Khas Sumut Yang Unik

Andaliman Timurasa Indonesia

  • RAA
  • Jumat, 30 Mei 2025 - 10:18 WIB

Sensasi Pedas Ayam Geprek Andaliman, Cita Rasa Khas Sumut Yang Unik


Ayam geprek umumnya disajikan dengan sambal dari campuran cabai dan terasi. Berbeda halnya dengan ayam geprek satu ini, yang menghadirkan rasa pedas dari perpaduan cabai dan rempah andaliman. Sensasi pedasnya tajam dan memberikan efek getir yang khas di lidah.

Dilansir dari Detik, bagi para pencinta makanan pedas, hidangan ini bisa dicicipi di warung Ayam Geprek Andaliman 63 yang terletak di Jalan Berdikari Nomor 63 dan cabangnya di Jalan Terompet, kawasan Padang Bulan, Kecamatan Medan Baru, Kota Medan.

Lokasinya tidak jauh dari Universitas Sumatera Utara (USU), hanya sekitar lima hingga sepuluh menit perjalanan dengan sepeda motor.

Ayam geprek dengan sambal andaliman termasuk hidangan yang jarang ditemukan. Walaupun andaliman merupakan rempah asli Sumatera Utara, umumnya bumbu ini digunakan dalam masakan tradisional khas daerah, bukan pada menu kekinian seperti ayam geprek.

Pemilik kedai, Ari Bragi Pinem, mengungkapkan bahwa ide menciptakan ayam geprek andaliman muncul dari masa-masa sulit setelah menikah.

Ia mengaku tidak memiliki pengalaman dalam dunia usaha makanan, namun keadaan membuatnya berinovasi.

"Awalnya karena kebutuhan hidup setelah menikah, tidak tahu harus mulai dari mana, akhirnya tercetus ide untuk membuat ayam geprek dengan sambal andaliman," ujarnya saat diwawancarai oleh detikSumut, Jumat 27 Oktober 2023.

Selain alasan ekonomi, inspirasi juga datang dari lingkungan sekitarnya. Ari menyadari banyak mahasiswa di sekitar USU yang berasal dari suku Batak, sehingga menu dengan cita rasa lokal dianggap cocok dengan selera mereka.

"Mahasiswa di sekitar sini banyak yang berasal dari Simalungun, Tapanuli, pokoknya Batak lah. Dari situlah muncul ide untuk menyajikan makanan yang akrab dengan rasa kampung halaman mereka, seperti ayam geprek dengan sambal andaliman," tambahnya.

Usaha ini mulai beroperasi sejak tahun 2019, tepat pada hari pertama Idulfitri. Sebelumnya, usaha ini sempat memiliki empat cabang, namun dua di antaranya terpaksa tutup karena pandemi. Saat ini, dua cabang masih aktif, dan Ari berencana membuka lokasi baru di beberapa titik strategis.

"Dulu sempat buka empat cabang, tapi karena pandemi, dua tutup. Sekarang tinggal yang di Jalan Berdikari dan satu lagi. Insyaallah ke depan akan buka lagi di Jalan Pembangunan, Sumber, atau sekitar Padang Bulan," jelasnya.

Selain ayam geprek, kedai ini juga menyediakan menu andaliman lainnya seperti bebek dan ikan gurami. Semua hidangan tetap menggunakan sambal andaliman sebagai ciri khas utama.

"Pilihannya banyak, ada bebek andaliman, gurami andaliman, intinya semua menu di sini pakai sambal andaliman," ujarnya dengan antusias.

Tempat makan ini selalu dipadati pengunjung, terutama pada akhir pekan. Mayoritas pengunjung adalah mahasiswa USU, dan puncak keramaian biasanya terjadi pada hari Minggu.

"Paling ramai hari Sabtu dan Minggu, khususnya Minggu. Sampai-sampai tempat duduk sering tidak cukup. Sekitar 75 persen pelanggan adalah mahasiswa USU," katanya.

Kreativitas dalam menggabungkan cita rasa lokal dengan hidangan populer berhasil menjadikan ayam geprek andaliman sebagai pilihan kuliner menarik di Kota Medan.