Teh dan Cokelat Dapat Bantu Turunkan Tekanan Darah Tinggi, Ini Penjelasannya
Beragam pendapat bermunculan mengenai cara efektif dalam mengatasi tekanan darah tinggi atau hipertensi.
Kondisi ini jika dibiarkan tanpa pengawasan, berpotensi memicu gangguan serius seperti penyakit jantung maupun stroke.
Oleh karena itu, topik seputar cara menurunkan tekanan darah tinggi kerap menjadi bahan pembahasan.
Salah satu metode yang mulai mendapat perhatian adalah konsumsi teh dan cokelat. Namun, benarkah kedua bahan ini mampu menurunkan tekanan darah?
Melansir Kompas, sebuah penelitian dari University of Surrey, Inggris, yang dirilis pada Maret 2025, menyebutkan bahwa teh dan cokelat memang dapat membantu meredakan hipertensi.
Hasil riset ini dipublikasikan dalam European Journal of Preventive Cardiology. Menurut laporan yang dikutip dari Sci Tech Daily pada Minggu, 25 Mei 2025, keduanya mengandung senyawa alami bernama flavan-3-ols.
Senyawa ini diketahui berperan dalam menurunkan tekanan darah serta memperbaiki kesehatan pembuluh darah.
Para peneliti menganalisis data dari 145 uji klinis acak dan menemukan bahwa konsumsi rutin flavan-3-ols dapat memberikan efek nyata dalam menurunkan tekanan darah.
Efek tersebut paling terasa pada individu yang belum menjalani pengobatan medis, menandakan bahwa perubahan pola makan saja sudah dapat membawa manfaat.
Seperti dilaporkan oleh New York Post pada Senin, 19 Mei 2025, manfaat ini juga lebih signifikan pada orang yang memiliki tekanan darah tinggi.
Senyawa flavan-3-ols membantu tubuh memproduksi lebih banyak oksida nitrat, yang berfungsi melebarkan pembuluh darah dan memperlancar aliran darah.
Selain itu, senyawa ini turut memperbaiki fungsi endotel, yakni lapisan dalam pembuluh darah yang penting bagi kesehatan kardiovaskular.
Dalam studi tersebut, ditemukan bahwa secangkir teh hijau mengandung sekitar 100-200 miligram flavan-3-ols, sementara 10 gram cokelat hitam bisa mengandung 100 hingga 600 miligram.
Untuk mendapatkan manfaat maksimal, dianjurkan mengonsumsi sekitar dua ons cokelat atau tiga cangkir teh per hari.
Para peneliti menekankan bahwa asupan sebaiknya berasal dari makanan alami dibandingkan suplemen, karena suplemen dengan dosis tinggi beresiko menimbulkan efek samping, termasuk gangguan pada organ hati atau interaksi dengan obat-obatan.
Dengan demikian, menambahkan teh dan cokelat ke dalam pola makan harian dapat memberikan dukungan positif bagi kesehatan jantung.
Namun, seperti yang dijelaskan oleh Profesor Christian Heiss dari University of Surrey, meskipun hasil ini menjanjikan, konsumsi makanan kaya flavan-3-ols bukanlah pengganti dari obat-obatan atau nasehat medis profesional. Masih dibutuhkan penelitian lanjutan untuk memastikan temuan ini dalam jangka panjang.
