Foto: pixabay
Manfaat Kopi untuk Kesehatan Hati dan Ginjal
Kopi dikenal sebagai minuman yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Kandungan kafein di dalamnya berperan sebagai stimulan yang dapat meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi rasa lelah dengan cara memengaruhi sistem saraf pusat.
Tak hanya itu, kopi juga kaya akan antioksidan yang mampu mengurangi peradangan dan menangkal radikal bebas penyebab kerusakan sel.
Selain memengaruhi sistem saraf, kopi juga berdampak pada fungsi organ dalam seperti hati dan ginjal.
Dilansir dari Kompas, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kopi dapat mendukung kesehatan hati.
Hal ini karena kopi mengandung zat antioksidan, termasuk asam klorogenat, yang memiliki peran penting dalam mencegah penumpukan lemak di hati dengan membantu pemecahan glukosa.
Kopi juga diyakini mendukung proses autophagy, yaitu mekanisme alami tubuh dalam membersihkan sel-sel yang telah rusak, sehingga fungsi hati tetap terjaga dengan baik.
Menurut dokter spesialis hati, Jamile Wakim-Fleming, kopi bekerja dengan menghambat reseptor adenosin, yang berkaitan dengan kerusakan hati, regenerasi sel, dan pembentukan jaringan parut. Dengan mekanisme ini, kopi dapat membantu memperlambat perkembangan fibrosis hati.
Sebuah penelitian pada tahun 2021 mengungkapkan bahwa mengonsumsi dua cangkir kopi atau lebih setiap hari berkaitan dengan risiko yang lebih rendah terhadap penyakit hati kronis dan kanker hati.
Bahkan, pada penderita yang sudah mengalami gangguan hati kronis, kebiasaan minum kopi setiap hari dapat membantu memperlambat perkembangan penyakit tersebut.
Manfaat ini berlaku untuk semua jenis kopi, baik itu kopi tanpa kafein, kopi instan, kopi bubuk, maupun espresso.
Minum kopi secara rutin juga berkaitan dengan penurunan kadar enzim hati, yang bila meningkat bisa menjadi indikator adanya gangguan fungsi hati.
Selain itu, kopi juga dapat mengurangi resiko penyakit hati berlemak non-alkohol (NAFLD), menurunkan angka kejadian karsinoma hepatoseluler—jenis kanker hati paling umum—dan meningkatkan harapan hidup bagi penderita penyakit hati kronis.
Sementara itu, kaitan antara kopi dan kesehatan ginjal sedikit lebih kompleks. Meski beberapa penelitian menunjukkan bahwa minuman berkafein, seperti kopi, teh, dan soda, berhubungan dengan penurunan fungsi ginjal pada orang dewasa yang lebih tua, ada juga banyak studi yang menyebutkan bahwa kopi justru memberikan efek perlindungan terhadap ginjal dan dapat menurunkan risiko penyakit ginjal kronis.
Perbedaan hasil studi ini kemungkinan dipengaruhi oleh faktor genetik. Beberapa orang memiliki gen yang membuat proses metabolisme kafein dalam tubuh berlangsung lebih lambat.
Bagi individu dengan kondisi ini, konsumsi lebih dari tiga cangkir kopi per hari dapat meningkatkan tekanan darah dan memperburuk fungsi ginjal.
Namun secara umum, sebagian besar hasil penelitian menyimpulkan bahwa kopi memberikan manfaat bagi ginjal.
Kebiasaan minum kopi dikaitkan dengan menurunnya risiko penyakit ginjal kronis, perbaikan fungsi ginjal, penurunan jumlah protein dalam urine, berkurangnya risiko terbentuknya batu ginjal, serta angka kematian yang lebih rendah pada penderita CKD (Chronic Kidney Disease).
Menurut National Kidney Foundation, konsumsi kopi dalam jumlah sedang masih dianggap aman bagi penderita penyakit ginjal kronis.
Walau begitu, mereka tidak merekomendasikan kopi sebagai metode khusus untuk memperbaiki fungsi ginjal karena penelitian yang ada masih terus berkembang.
Meskipun demikian, bagi sebagian besar orang, minum kopi dalam batas wajar tetap tergolong aman dan bermanfaat bagi ginjal.
