Kalimantan Tengah Dorong Budidaya Kakao sebagai Komoditas Unggulan Baru Kalimantan Tengah Dorong Budidaya Kakao sebagai Komoditas Unggulan Baru

Foto: iform.se

  • RAA
  • Sabtu, 24 Mei 2025 - 10:38 WIB

Kalimantan Tengah Dorong Budidaya Kakao sebagai Komoditas Unggulan Baru


Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus berupaya mengembangkan sektor pertanian, salah satunya dengan mendorong peningkatan budidaya tanaman kakao.

Salah satu langkah yang ditempuh adalah meningkatkan kapasitas dan pengetahuan para petani mengenai tanaman ini.

Melansir Antara, menurut Kepala Dinas Perkebunan Kalimantan Tengah, Rizky Badjuri, langkah ini bertujuan untuk menjadikan kakao sebagai salah satu komoditas andalan daerah.

Ia menyatakan bahwa dalam waktu yang tidak terlalu lama, kakao akan mulai memberi kontribusi yang nyata dalam dunia perkebunan di Kalimantan Tengah, berdampingan dengan komoditas lain seperti kelapa sawit, karet, kopi, dan kelapa dalam.

Data dari Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI mencatat bahwa luas kebun kakao milik masyarakat di Kalimantan Tengah mencapai sekitar 2878 hektare, dengan produksi tahunan sekitar 1557 ton.

Melihat angka ini, Rizky menilai bahwa kakao memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan di berbagai wilayah provinsi, termasuk di Barito Utara, Barito Selatan, Barito Timur, dan Murung Raya.

Ia juga menambahkan bahwa dari sisi lingkungan dan sosial, budidaya kakao cenderung lebih aman jika dibandingkan dengan tanaman seperti kelapa sawit. Pohon kakao dinilai tidak menimbulkan gangguan berarti terhadap kawasan hutan atau lingkungan sekitar tempat tanamnya.

Sebagai bagian dari strategi pengembangan, Dinas Perkebunan Kalimantan Tengah menjalin kerja sama dengan Yayasan Good Forest Indonesia. 

Melalui kolaborasi ini, mereka mengadakan seminar mengenai potensi industri kakao di Kalimantan Tengah.

Kegiatan ini bertujuan agar para petani tidak hanya bergantung pada tanaman-tanaman yang selama ini menjadi primadona, tetapi juga mulai melirik potensi kakao sebagai sumber penghasilan baru.

Rizky juga mengungkapkan bahwa pasar global saat ini menunjukkan permintaan kakao yang terus meningkat.

Sayangnya, produksi kakao dalam negeri justru menurun akibat berbagai kendala. Hal ini bisa menjadi peluang besar bagi Kalimantan Tengah untuk mengisi kekosongan pasar dan meningkatkan kesejahteraan petani melalui budidaya kakao.

Oleh karena itu, diperlukan sinergi dari berbagai pihak untuk mengoptimalkan potensi ini agar kakao benar-benar dapat menjadi komoditas unggulan baru yang berkelanjutan di Kalimantan Tengah.