Dinas Perkebunan Kaltim Lakukan Peremajaan Tanaman Karet dan Kakao Dinas Perkebunan Kaltim Lakukan Peremajaan Tanaman Karet dan Kakao

foto: pixabay

  • RAA
  • Jumat, 23 Mei 2025 - 22:45 WIB

Dinas Perkebunan Kaltim Lakukan Peremajaan Tanaman Karet dan Kakao


Dinas Perkebunan Kalimantan Timur tengah melakukan program peremajaan terhadap tanaman karet dan kakao milik para petani rakyat seluas total 350 hektare.


Langkah ini diambil karena banyak tanaman yang sudah memasuki usia tua dan tidak lagi memberikan hasil yang optimal.

Dilansir dari Antara, Kepala Dinas Perkebunan Kalimantan Timur, Ahmad Muzakkir, mengungkapkan bahwa kegiatan peremajaan ini bertujuan untuk mengganti tanaman lama dengan varietas baru yang lebih produktif dan memiliki mutu lebih baik, sehingga petani dapat memperoleh keuntungan ekonomi yang lebih besar.

Untuk mendukung kegiatan ini, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar 4,16 miliar rupiah. Dana tersebut digunakan antara lain untuk menyediakan 200 ribu batang bibit, 35 ribu kilogram pupuk, dan 1.750 liter herbisida.

Rincian pelaksanaannya adalah peremajaan tanaman karet seluas 300 hektare dengan dana sekitar 3,36 miliar rupiah. Anggaran ini mencakup pengadaan 150 ribu batang bibit karet, 30 ribu kilogram pupuk, dan 1.500 liter herbisida.

Sementara itu, untuk tanaman kakao, peremajaan dilakukan di lahan seluas 50 hektare dengan dana mencapai sekitar 798 juta rupiah.

Dana ini dialokasikan untuk penyediaan 50 ribu batang bibit kakao, 5 ribu kilogram pupuk, serta 250 liter herbisida.

Ahmad menjelaskan bahwa karet merupakan salah satu komoditas tradisional di Kalimantan Timur yang telah lama dibudidayakan oleh masyarakat, khususnya di wilayah seperti Kutai Barat, Kutai Kartanegara, Kutai Timur, dan Penajam Paser Utara.

Kini dengan mulai membaiknya harga karet di pasar, masyarakat kembali tertarik untuk mengembangkan komoditas ini sebagai sumber penghasilan.

Di sisi lain, meski lahan kakao di Kalimantan Timur tidak sebesar di Sulawesi Selatan atau Sulawesi Tengah, kakao tetap menjadi salah satu andalan bagi sebagian petani. Di beberapa wilayah, kakao bahkan dijadikan sumber pendapatan utama.

Beberapa kawasan yang dikenal sebagai sentra produksi kakao di provinsi ini antara lain adalah Kecamatan Sambaliung di Kabupaten Berau, Kecamatan Busang di Kutai Timur, dan hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Mahakam Ulu. 

Program peremajaan ini diharapkan mampu mendorong peningkatan hasil pertanian serta memperkuat perekonomian petani lokal.