Foto: shutterstock
Cokelat & Teh Dapat Menurunkan Tekanan Darah? Berikut Penjelasannya
Bayangkan Anda sedang menikmati secangkir teh hangat atau sepotong cokelat hitam. Rasanya tentu menyenangkan, bukan? Namun tahukah Anda bahwa kenikmatan sederhana tersebut ternyata dapat memberikan manfaat bagi kesehatan jantung? Sebuah penelitian terkini dari University of Surrey yang dipublikasikan dalam European Journal of Preventive Cardiology mengungkapkan bahwa beberapa bahan makanan sehari-hari seperti teh, cokelat hitam, apel, dan anggur tidak hanya memberikan kenikmatan rasa, tetapi juga berpotensi membantu menurunkan tekanan darah.
Flavan-3-ols: Senyawa Bioaktif yang Bermanfaat
Studi ini berfokus pada flavan-3-ols, yaitu senyawa bioaktif yang banyak terdapat dalam tanaman dan dapat ditemukan pada berbagai bahan makanan seperti teh, cokelat, apel, dan anggur. Berdasarkan analisis terhadap 145 uji klinis acak terkontrol, para peneliti menemukan bahwa konsumsi rutin senyawa ini dapat memberikan efek positif terhadap penurunan tekanan darah dan peningkatan fungsi vaskular. Yang cukup mengejutkan, dalam beberapa kasus, efek yang dihasilkan bahkan dapat dibandingkan dengan beberapa jenis obat antihipertensi.
"Temuan ini memberikan alternatif yang menyenangkan dan mudah diakses bagi masyarakat yang ingin menjaga tekanan darah dan kesehatan jantung mereka," jelas Profesor Christian Heiss, ahli kardiovaskular sekaligus peneliti utama dalam studi ini.
Meskipun memiliki manfaat kesehatan, penting untuk mengonsumsi makanan kaya flavan-3-ols secara bijak dan tidak berlebihan. Profesor Heiss menekankan bahwa temuan ini sebaiknya dipandang sebagai pelengkap dalam penerapan pola hidup sehat, bukan sebagai pengganti terapi medis. "Walaupun tidak dapat menggantikan pengobatan yang diresepkan, peningkatan asupan makanan mengandung flavan-3-ols dapat memberikan manfaat tambahan, khususnya bagi penderita hipertensi," jelas Heiss.
Mengenai dosis yang tepat, penelitian ini belum menentukan batasan konsumsi yang spesifik. Namun, konsumsi moderat seperti secangkir teh, sepotong kecil cokelat hitam, atau satu porsi buah anggur dapat dijadikan acuan awal. Prinsip moderasi tetap menjadi hal yang esensial, karena konsumsi berlebihan - bahkan terhadap zat yang bermanfaat - dapat menimbulkan efek yang tidak diinginkan.
