Tepung Sorgum Timurasa Indonesia
Panduan Lengkap Menanam Sorgum: Tanaman Tangguh dengan Manfaat Tinggi
Sorgum merupakan salah satu tanaman pangan yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan di wilayah Indonesia.
Tanaman ini dikenal mampu bertahan dan tumbuh optimal meskipun kondisi cuaca tidak mendukung.
Hasil panen sorgum bisa diolah menjadi nasi sorgum ataupun tepung, serta mengandung nutrisi yang diyakini dapat membantu mencegah berbagai penyakit kronis seperti kolesterol tinggi, kanker, dan tumor.
Melihat manfaat dan ketahanan tanaman ini, sangat penting untuk mengoptimalkan budidayanya sebagai komoditas pertanian strategis.
Dilansir dari Kompas, berikut ini adalah langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk membudidayakan sorgum secara tepat agar hasilnya menguntungkan, sebagaimana dijelaskan dalam informasi dari Cybext Kementerian Pertanian.
Persiapan Lahan
Langkah awal yang harus dilakukan adalah menyiapkan lahan tanam. Area yang akan digunakan perlu dibersihkan dari tanaman liar dan sisa-sisa tanaman sebelumnya. Setelah itu, tanah diolah dengan menggemburkan permukaannya secara ringan.
Untuk meningkatkan kesuburan tanah, pemupukan organik sangat disarankan karena dapat memperbaiki struktur tanah, mempercepat proses pelapukan, membantu retensi air, dan menghambat pertumbuhan gulma.
Pemilihan Benih Yang Unggul
Pemilihan benih unggul menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan penanaman sorgum. Varietas yang dipilih sebaiknya sesuai dengan kondisi lingkungan di lokasi tanam agar dapat tumbuh maksimal.
Waktu Tanam
Waktu tanam yang ideal adalah ketika musim hujan berakhir atau saat awal musim kemarau. Penanaman dilakukan dengan membuat lubang berukuran 70 x 20 cm. Setiap lubang diisi dengan tiga hingga lima benih, kemudian ditutup dengan tanah secara tipis.
Pemeliharaan
Proses pemeliharaan tanaman sorgum tidak terlalu rumit. Meskipun tanaman ini bisa bertumbuh tanpa tambahan pupuk, tindakan perawatan seperti penjarangan, penyiangan, pembumbunan, serta pengendalian hama dan penyakit tetap perlu dilakukan. Penjarangan dilakukan dua minggu setelah penanaman dengan cara menyingkirkan tanaman yang tumbuh kurang optimal.
Penyiangan
Penyiangan dilakukan dengan mencabut tanaman pengganggu yang tumbuh di sekitar sorgum. Pada saat yang sama, dilakukan pembumbunan yaitu menimbun bagian pangkal batang dengan tanah untuk memperkuat posisi tanaman. Pengendalian terhadap serangan hama dan penyakit juga perlu dilakukan secara teratur, baik melalui metode fisik, biologis, maupun kimiawi sesuai kebutuhan.
Sorgum biasanya siap untuk dipanen dalam jangka waktu tiga hingga empat bulan, tergantung dari jenis varietas yang digunakan.
Tanda tanaman siap panen adalah ketika daunnya sudah mengering dan menguning, serta bijinya sudah terasa keras dan bernas. Waktu panen paling baik dilakukan pada saat cuaca cerah dengan cara memotong malai tanaman sepanjang 15 hingga 25 sentimeter.
Dengan mengikuti tahapan-tahapan tersebut, sorgum dapat dibudidayakan secara efisien dan menghasilkan panen yang bernilai tinggi baik dari sisi gizi maupun potensi ekonomi.
